Pengalaman Pertama Ke Dokter Gigi, hihihi…

Apa yang teman bayangkan kalau mendengar kata dokter gigi? Orang-orang yang heboh dan ramai, haghaghag… yaps… itulah gambaran di kepala saya ketika di tanya tentang dokter gigi… soalnya… bertahun-tahun hidup serumah bersama beberapa bocah calon dokter gigi… yang rame tenan anaknya😛

Tapi… kalau dalam kondisi sakit gigi dan HARUS ke dokter gigi… yang ada di kepala saya adalah “takut” dan “rasa sakit”. Hehehe… karena itulah yang saya rasakan setiap kali berhadapan dengan dokter gigi. Yang enggak cuma tahun lalu, buat scaling.. tapi capek juga mesti buka mulut lama2😛. Xixixi.. beraneka trauma saya hadapi dengan yang namanya dokter gigi (dalam konteks berobat). Waktu kecil pas cabut gigi yang darahnya tak kunjung berhenti… pas nambal gigi yang tambalannya copot donk! Pokoke… Dokter Gigi merupakan dokter yang selalu ingin saya hindari (tapi pengen make behel… hehehe😛 Soale gigi depan saya semakin lama semakin merenggang….).

Nah… salah satu gigi geraham bontot-bawah sebelah kanan saya… (wisdom tooth)

mengalami karies yang cukup lumayan parah yang menyebabkan gigi saya patah (yang saya kira waktu itu, hehehe). Tapi setelah di-scan, ternyata posisi gigi saya miring, bukan tumbuh tinggi menjulang ke atas, namun miring dan mendesak gigi lain dan bagian atas giginya sebagian berada di dalam gusi. Tahun lalu saya sering mengalami sakit gigi di daerah tersebut… hingga saat saya pulang kampung saya memutuskan mau menambal atau mencabutnya saja. Dokter di kampung saya waktu itu bilang akan mencoba untuk di tambal, kalau tidak bisa di cabut saja.  Dan setelah operk sana-sini dan posisi gigi yang tidak normal…. diputuskan.. giginya di cabut saja. Saya mah iya-iya aja… dari pada sakit terus. Karena kalau lagi sakit merambat ke kepala dan mata, saya jadi ndak bisa ngapa-ngapain. Tapi… eksekusi tidak bisa dilakukan hari itu (hari ketika saya memeriksakan diri), saya harus pergi ke RS XX untuk di scan giginya. Haiyaaaaaaaaah…. DEMI.. demi  kesembuhan gigi saya, saya pergi ke RS XX keesokan harinya untuk di foto gigi nya. MANA di rumah sakit itu pelayanannya EHEM banget… dicuekin… dan perawatnya sibuk ngerumpi! Tsaaaaah… Dan gw harus menunggu LAMA untuk mendapatkan hasil fotonya dan slip pembayaran. Keesokan harinya, ditemani nenek tercinta saya kembali menghadap si dokter,setelah melihat hasil foto tersebut jawaban dari si dokter cuma satu “Wah,,, ini posisinya sulit… harus di OPERASI.”

Jeng..jeng… well…. seumur-umur… itu akan jadi operasi pertama (dan semoga terakhir) saya. Entah karena panik atau ini adalah pertolongan ALLAH, gusi saya bengkak dan gigi saya kembali sakit… yang berakibat saya tidak bisa di operasi. Bahkan rasa sakit itu terus bertahan hingga saya kembali ke Taiwan. Kekeke….

Sesampai di Taiwan, rasa sakitnya hilang. Wow.. magic, kekeke…. saya jadi nggak aware lagi dengan si gigi dan lupa… kalau saya harus di operasi. Geeez… mendengar kata operasi aja dah gimana gitu yah. Xixixi…Namun bagaimana pun tuh gigi harus di treatment, kalau tidak kariesnyaakan menyebar kemana-mana. But… berdasarkan pengalaman saya dan teman-teman di Indo, kalau nanti operasi butuh waktu penyembuhan yah minimal satu-dua hari… belum kontrolnya… belum ini-itu nya… belum biayanya… banyak belum-belum nya yang membuat saya enggak mengeksekusi gigi tersebut. Mikirnya… nanti saja kalau sudah libur, jadinya ndak menganggu jadwal kuliah. (Pentingan mana sih coy??? Yah begitulah manusia… kalau udah nggak sakit dah merasa nggak kebelet lagi :P).

Hingga akhirnya liburan pun datang… Tapi saya masih takut ke dokter gigi… dan kata operasi berseliweran di otak saya…semua hal yang buruk-buruk. Tidak hanya seorang teman yang pernah operasi gigi, namun banyak….dan semuanya dengan wajah yang berekspresi gimana gitu yaaaaaah… berkata “SAKIT BANGET”. Bayangkan… saya cuma seorang diri di sini…kalau nanti benar-benar sakit banget… ke siapa bisa berbagi?HAHAHAHA…

But… I have no choice, right? Ditemani Naila… berangkatlah kami ke dokter gigi terdekat dari kampus. Mbak perawat menyambut kami dengan ramah, menanyakan keluhan saya dan tada… tanpa harus nunggu lama apalagi ngantri yang panjang Pak Dokter duduk di sebelah saya. Setelah menjelaskan kondisi saya, gigi saya di scan dan di foto… yang berlangsung cepat dan tanpa rasa sakit! Pak Dokter menunjukkan gigi saya, dan menjelaskan gigi saya tersebut harus di cabut. Saya mah iya-iya aja, dan menyiapkan diri kalau dia bilang… “kita buat janji di hari lain yah… buat jadwal operasi.” Tapi…. apa yang terjadi? Pak Dokter bilang gini… “Mencabut gigi ini agak sulit, karena posisinya yang tidak normal. Tapi jangan khawatir, saya akan berikan anestesi. ” JUST IT!!! JUST IT!!! Tidak ada kata OPERASI sama sekali.

“Nanti kalau merasa sakit, tangannya di angkat ya… saya tambahkan anestesinya…” lanjut Pak Doter dan saya mulai berpikir… nanti kalau sakit angkat kaki kanan atau kiri yah? wkwkwkwwk.. jelas2 yang di suruh tangan😛 Selang 30 menit saja…. semua proses pencabutan gigi saya berlajalan lancar… tanpa rasa sakit dan TANPA OPERASI!!! yang bikin lebih plong nya lagi… lembaran-lembaran NT (mata uang Taiwan) yang terselamatkan. Sebelumke Pak Dokter, saya sudah membobol tabungan saya… jaga-jaga… buat operasi bok… xixixi.. pas giliran bayar di bilang ” yi bai wu… ( 150 NT)”,,, angka yang tergambar di kepala saya “Yi qian wu… (1500 NT)” dan mengingat baik-baik uang yang ada di dompet nyampe nggak ya… “Duo shao (berapa)?”, tanya saya sekali lagi sebelum membayar “yi bai wu…” balas si mbak nya… dan otak saya menangkap “wu pai wu (550 NT)”, hingga yang ketiga kalinya saya baru yakin.. bahwa 150 NT saja (sekitar 45.000 rupiah) sudah termasuk dengan obat yang harus diminum empat kali sehari. Hohohoho….

“Efek anestesi nya akan hilang setelah satu jam, tapi saya sudah tulisakan resep obat, untuk membantu mengurangi rasa sakitnya.” Kata Pak Dokter sebelum saya meninggalkan ruangannya. Saya manggut-manggut sembari membayangkan… sesakit apa yah nanti? Padahal dah rencana mau makan duren bareng sama temen2. Hehehe….

Sejam berlalu…. obat pertama saya minum… tidak ada rasa sakit yang berlebihan yang saya rasakan sampai sekarang. Cuma nyut-nyut dikit saja… Bahkan sejam setelah eksekusi saya bisa makan dengan lahap dan pesta duren sesudahnya. Teman saya malah berkomentar, “Kayaknya memang mantab niy dokter… kamu yo ngomongnya kembali aktif, cuma tersendat-sendat sejam saja.”. Kekekeke😛

Bener loh… semua banyangan buruk saya tentang dokter gigi buyar… hehehe… Rasa sakit dan istirahat dua-tiga hari setelah “operasi” ternyata cuma ada dimimpi saja. Kekeke… tau gini.. dari dulu saya mampir ke Pak Dokter. Xixixi….

Eniwei.. alhamdulilah…. makasih ya Allah… ke depan… saya akan menjaga lebih baik lagi semua titipan-MU ^___^

13 thoughts on “Pengalaman Pertama Ke Dokter Gigi, hihihi…

  1. Ke dokter gigi menyenangkan kok. Bisa dibersihin giginya, terus dirawat. Kalau ada yang rusak langsung cepet diperbaiki. Jadi ngga akan ada keluhan di masa depan. Makanya rajin ke dokter gigi. Jangan nunggu sakit baru ketemu ma dokter gigi.

    Emang ke dokter gigi di sini murah kok. Gue juga cuma bayar 150 doang tiap kali dateng. Tapi yang kemaren buat ngurusin tanam gigi sih harganya selangit. T_T. Tapi yang penting resultnya ok ^^.

  2. wkwkwkwk…
    Tuh Jun.. di suruh tanya ke dokter gigi nya, xixixixi
    Yang pasti yakinkan diri anda… kalau anda bukan penderita sakit jantung😀

  3. Lah,ntu dentist ϑî taiwan donk brarti..?? Jls aja profesional Gαα` skt bo’,aq niy ϑî Denpasar Bali susahnya cari dentist Ɣά‎​πƍ ky gt… Gmn niy,share please Ɣά‎​πƍ tau referensi dentist Ɣά‎​πƍ oke ϑî Bali

    • wah baru tahu…
      tapi gitu saya cerita ke teman, hampir rata-rata mereka juga punya masalah dengan gigi tersebut.
      Bahkan Andrea Hirata juga… (dia g pernah cerita k saya sih, he3).
      Wah Arif juga? (sotoy banget sebut namanya :P), trus di cabut juga?

      • katanya dokternya sih iya sebaiknya di-operasi (cabut), soalnya biaya peluang buat sakit gigi dan kehilangan konsentrasi bisa semahal semester yang terbengkalai,😀 *sepertinya cuma bahasa promosi aja tuh dokternya, akhirnya saya tidak (atau belum) menurutinya… hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s