K.P.N.Y

Kemarin sore, ada serombongan SPG berkeliaran di lobby asrama. Mereka sedang mendemokan beberapa produk kecantikan dengan “menangkap” mahasiswa yang lewat di lobby. Saya turut berdiri di sana, memperhatikan, tapi tidak ada seorang pun yang menghampiri apalagi menawarkan. Well, mungkin SPG nya tidak berbahasa Inggris lancar, jadi nggak pede untuk mendekat atauuu…. karena penampilan saya. Yang cukup aneh bin asing bagi mereka, sehingga bisa saja dalam pikiran mereka oang seperti saya tidak tertarik dengan hal-hal yang berbau perawatan diri seperti itu. Padahal…. SAYA SANGAT TERTARIK!! hehehe

Yupe…. selama di Indonesia saya termasuk orang yang telaten dalam hal-hal yang berbau perawatan tersebut. Bahkan saya punya komunitas yang rutin mengadakan “beauty class”, yang isinya kami-kami saja dan pelaksanaannya di rumah atau kos-kosan, sehingga lebih aman gitu ^__^ Saya juga termasuk orang yang pro akan “muslimah itu harus cantik luar dalam”, hohohoho. Definisi “cantik” di sini tentunya berbeda, dengan asumsi masyarakat secara umum. Yang saya maksud “cantik” di sini adalah suatu bentuk usaha, kedisiplinan dan ketelatenan dalam merawat dan memelihara pemberian-Nya. Sehingga, kalaupun suka gabung “beauty class” ini dan itu, yang kita adakan bukan kelas “make-up” nya (saya pengen bisa juga siy… :P). Yang biasa kami adakan berupa kelas perawatan dan pemeliharan tadi. Seperti, bagaimana caranya facial mandiri (facial sendiri gitu), teknik dan aturan dasar perawatan kulit sehari-hari. Hal-hal sederhana yang jika di rutinkan Insyaallah bisa membuat kulit kita terawat.

Liburan musim panas kemarin, saya sudah kembali merutinkan kebiasaan-kebiasaan bagus untuk perawatan diri ini. Malah saya sempat kesalon buat treatmen komedo dan jerawat, wkwkwkwkwk. Biasanya, setiap facial…. diantara teman-teman saya merupakan yang paling oke dan tidak bermasalah. Namun tempo hari…. saya sampai nangis ketika komedo saya di dibersihkan, xixixixixi. Maklum saja… sudah setahun tidak facial! Xixixixi….

Sejak itu saya memulai kembali kebiasaan-kebiasaan tersebut, bahkan sampai di buat jadwal khususnya. Sebelum berangkat ke Taiwan, saya membeli beberapa perlengkapan yang tentunya lebih murah dan lebih terjamin kehalalannya. Sekarang, saya sudah kembali ke Taiwan. Semua perlengkapan dan jadwal yang sudah saya rancang hanya menjadi pajangan saja, hehehehe. Nyempit-nyempitin kamar yang memang sudah sempit dari sono nya. Hohohoho…

Kapan yaaaah… hehehehe

5 thoughts on “K.P.N.Y

    • Hahahaha… ado salon muslimah baru… di sabalah sighi foto.
      Oke punya deh di situ, tapi harago nyo agak “ehem”,, xixixixi

      Di Texas juo ado salon muslimah, dengan harga yang lebih murah, tapi gw alun sempat cubo ^__^ Lu ajakin aja si upik, dia pasti bersedia menemani. Paja mantiak soale, wkwkwkwkwk😀

  1. Mwahahaaa….harusnya muke tembok aja nyamperin SPGnya, Rinc “Xiaojie, gei wo =))”.

    Aku SEPAKAT. Muslimah harus bersih [*rada risih bilang “cantik”, considering aku sangat macho :))] dan terawat^^. Aigooo…apalagi aku, Rinc. Pas pulang kemaren, beughhh…facial-ku yang paling lama ditangani capster deh. Ya mo gmn lg…DUA TAHUN ga pernah nyalon gitu. Hauuu….

    @Ummi : Xixixi….gmn kalau Ummi buka salon muslimah di Taiwan *wink2? *peluang bisnis*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s