Seberapa Sabar dan Tolerankah Anda?

Ahai… judulnya serius amat ya. Hehehe… Tapi memang benar-benar serius niy… “Seberapa Sabar dan Tolerankah Anda?”. Hm… kalau saya termasuk orang yang tidak cukup sabar, hehehe… tapi kalau toleran? Hm…. nggak tau ini di sebut toleran, atau tidak mau nyari masalah, saya cenderung untuk mendiamkan beberapa hal yang tidak sejalan atau tidak saya sukai. Selama hal itu tidak menyangkut hal-hal prinsipil dalam hidup saya. Akan tetapi…….. jauh di lubuk hati saya…. hal-hal kecil yang tidak sejalan itu suka bikin KESEL dan MANGKEL. Parahnya… saya hanya bisa menyimpannya dalam hati dan mencoba me-manage diri saya untuk bisa get used of it. Karena itu memang hal-hal yang biasanya kecil dan nggak penting.

Salah satu contohnya adalah… CARA MAKAN SESEORANG. Hehehe…. cara makan merupakan hal kecil, tapi kalau sudah out of standar saya, suka bikin saya sebel. Tuh kan… nggak penting, hehehe… Yang tidak saya sukai dari cara makan seseorang adalah…. kalau mereka makan grasa-grusu kayak orang kelaparan, meniup makanan (ini biasanya saya bilang langsung siy kalau mereka muslim, dan untungnya saya punya landasan hukum yang kuat), dan yang paling tidak saya suka…. BERBUNYI/memecap ketika makan. Hm… ngerti kan yah maksud saya, di kampung saya di sebutnya bacampak.

Di rumah saya.. di kampung saya.. di lingkungan saya… adab dan tata cara makan ini benar-benar sangat ditekankan. Bahkan saya dulu suka menegur adik saya, yang kalau makan terkadang memecap, bukan karena dia tidak menjaga adab, tapi karena giginya ada yang bolong ketika itu, jadi terkadang suka “kelepasan” memecap kalau makan. Sehingga dia berusaha keras, bagaimana bisa makan dengan beradab. Hehehe….

Nah… ketika saya berbaur dengan masyarakat lain…. ada beberapa teman yang makan dengan cara “semaunya” (tentunya dalam pandangan saya). Yah… kalau tidak suka tinggalkan. Biasanya orang-orang tipe ini saya jauhi saat ada momen makan bareng. Bukan karena tidak suka dengan orangnya, namun saya terganggu dengan cara makannya.

Memasuki Taiwan…. yang katanya memecap adalah hal yang biasa bagi mereka…. saya cukup setres. Hahahaha… Tapi saya menemukan solusinya. Mengajak teman makan saya berbicara, jadinya tidak terlalu terdengar bunyi memecapnya. Namun sebenarnya yang makan memecap di antara teman-teman saya hanya beberapa saja, itu pun tidak dengan bunyi yang tidak menyenangkan. Means… volumenya nggak keras, jadi something that u can ignore.

Nah masalahnya kini…. rumet saya kalau makan mengecap Y_Y Huhuhuhuhuhuhuhu….. Dan volumenya supe high…… Setiap kali dia makan or ngemil saya menggunakan headphone dan menyetel musik dengan volume yang tidak nyaman di kuping saya… tapi masih terdengar suara kecap nya itu!!!! Taunya itu cuma ilusi yah… hehehe…

Inipun juga gampang yah… saya mah tinggal pergi aja kalau mereka (banyangkan mereka!) lagi makan. Masalahnya…. salah seorang dari mereka hobi banget sama yang namanya makan! Tiap jam pasti ada aja yang dikunyahnya. (ngemilnya lebih parah dari saya, hehehehe). Dan yah… lagi… bisa saya aja kan yah yang kabur entah kemana gitu… TAPI… layaknya mahasiswa Taiwan lainnya… pagi molor mpe siang, malam begadang mpe dini hari. Jadi niy orang mulai aktif beraktivitas setelah magrib sampai dini hari, di mana saya biasanya sudah balik ke kamar. Yang paling menderita adalah ketika saya mau tidur… saya harus menderita mendengarkan suara kecap-kecap yang sungguh tidak nyaman di telingga, selain harus merelakan mata saya tersiksa… karena lampu yang terus menyala. Saya terpaksa harus menggunakan earphone ketika tidur, padahal saya suka suasana tenang dan damai ketika tidur. Saya pun terpaksa membelakangi kiblat ketika tidur karena kalau menghadapi kiblat, otomatis saya menghadapi sumber lampu yang begitu terang benderaaaaang.

Pernah waktu itu saya baru tidur jam satu an, dan terbangun jam tiga an karena mendengar suara mengecap!!! Huaaaaaaaaaaah tuh oraaaaaang… masih aja makan jam tiga!!!!

Nggak penting banget yah?

Tapi penting banget buat saya Y______________Y

siguweh yang terbangun dari tidurnya karena suara kecap seseorang, hiiiks

4 thoughts on “Seberapa Sabar dan Tolerankah Anda?

  1. Hauuuu…idem be’eng sama aku, Rinc. Aku selalu terganggu dengan orang2 yang “kurang beradab” kalau makan. Ga usah sampai se-level table manner, sih….yang penting dasar2 kesopanan saat makan dipenuhi. Itu soal meniup2 makanan, kalau food microbiologist kaya aku punya komen yang agak spesifik, Rinc, yaitu “Meniup makanan sama dengan menggali liang kubur Anda. Ga tahu ya bahwa di mulut itu jutaan bakteri bersarang dan berkembang biak@$%$#”. Xixixi…..

    Tapi ya, Rinc…rada susah nih ngingetin orang-orang yang kurang sopan tersebut. Biasanya aku berdehem2-sengaja. Tapi kalau ybs tdk merasa ya paling aku menyingkir ke tempat lain. *Sigh

  2. Senangnya menyadari… I am not alone, kekekeke… di FB ad group nya ternyata.. group pen-dislike orang2 yg “begitu”, hehehe…

    Sebisa mungkin ak memang menjauh saja Nge. Tapi kalau lagi tidur enak, terus terbangun oleh hal kecil seperti itu… Tidakkah dirimu akan meresa kesal? Huhuhu… Soalnya terkadang beliau suka makan dini hari… huks..huks….
    Yah mungkin ini sarana untuk jadi lebih sabar lagi, hohohoho… *pdhl mangkel berat*😛

  3. Xixixi…di FB apa sih yg ga ada, Rinc :p?

    Hoooo…gitu ya. Gmn kalau tidurnya ala aku, Rinc? Kuping disumpelin earphone :p. Sambil dengerin Mozart atau Bach…atau ayat2 Qur’an. Semoga bunyi “kecap-mengecap”nya jadi tersamarkan.

  4. Hahaha… benar banget😀

    Aku tipe orang yang kalau tidur teh mesti tenang semua Bunge… Jadi tidak bisa sambil mendengarkan apapun… Awalnya ak dah coba nyumpelin earphone, hasilnya tidurku jadi nggak nikmat. Kayak otak nggak bisa beristirahat secara maksimal gitu. Jadi sudah tidur, but otak nya masih melakukan berbagai aktivitas😀 BAngun tidur malah capek, hehehe *ternyata ak orangnya seribet itu :P*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s