[Bukan] Tips Jebol DEPLU

Setiap menjelang akhir tahun, dunia pencarian lapangan kerja dihebohkan dengan lowongan CPNS yang buka di sana-sini. Dan biasanya saya juga sibuk mengucapkan selamat kepada rekan-rekan yang di terima di beberapa departemen favorit dari jurusan kami. Terutamanya… tentunya saja… menjadi satu dari seratus calon diplomat DEPLU. Saya pernah menulis mengenai hal ini tahun lalu, di saat berderet-deret nama teman2 sekelas saya jebol di sana (sayang tulisannya dah kehapus :P). Ada haru… bahagia… dan iri juga. Kekekeke… Iri… karena saya nggak memiliki kesempatan untuk mengikuti tes yang di idam-idam kan banyak orang dari golongan saya (bc anak2 HI).

Tahun ini… deretan nama itu masih juga bermunculan… tapi dari junior-junior yang jauh di bawah saya (berasa tua banget), jadi update-an info nya kurang “greget”. Hingga kabar itu datang…. seorang teman seangkatan berhasil menyabet posisi tersebut ^___^. Alhamdulillah…. senang sekali mendengarnya. Apalagi, teman saya ini termasuk dalam deretan rekan-rekan yang berlama-lama menikmati masa kuliah, lebih tepatnya masa penulisan skripsi. Hehehe… Hingga di saat orang-orang sudah sibuk meproklamirkan, “gw keterima di sini”, “si anu dah kerja di sono loh”, “eh tau nggak.. bla-bla…”. Disaat orang-orang bermasygul ria dengan eforia baru keterima kerja atau lanjut sekolah, dia hanya kebagian mengucapkan selamat dan menutup dengan permohonan doa lirih “doakan gw cepet lulus ye…” (kalimat modifikasi ala saya). Dan sungguh… Allah menguji kesabaran manusia dengan banyak cara dan menempa manusia dengan cara yang terkadang tidak di duga-duga, hohoho.

Seperti teman saya ini, beliau tidak cepat lulus bukan karena IQ nya lebih rendah dari orang lain, atau karena nilainya tidak setinggi para cumlaudeer (lagian cumlaude bukan jaminan apa2, cumlauder sensier). Apalagi ditambah dengan maraknya fenomena nilai yang bisa di beli so… nilai benar-benar bukan jaminan. Kebetulan saya sering kali satu kelompok dengan teman saya ini, jadi saya paham sejauh mana kualitasnya. Pun skripsi yang di tulisnya, saya sempat bergumam “keren”, atas analisanya yang begitu dalam dan memandang dari perspective yang tidak terpikirkan oleh orang lain. Jauh bangetlah jika di bandingkan dengan skripsi saya. Hehehe… dan satu lagi poin yang menunjukkan kualitasnya… dia bisa lulus di departemen yang menjadi mimpi hampir semua anak HI.

Jika melihat teman-teman saya yang lulus departemen tersebut, mereka rata-rata satu karakter. Pertama… pecinta yang namanya membaca. Dan tentunya tidak hanya menjadi pembaca pasif saja, namun pembaca yang kritis. Orang-orang yang bisa melihat sesuatu ‘out of the box’, yang menghasilkan karakter kedua… jago analisa. Memang benar-benar  memiliki kemampuan yang sangat dibutuhkan untuk menjadi seorang duta negara bukan? Yang tentunya dilengkapi dengan kelihaian mengolah kata, baik secara lisan maupun tulisan. Moreover… bagaimana mereka mempersonifikasikan hasil bacaan dan analisa mereka tersebut. Yang jujur saja, tidak semua orang memiliki kemampuan itu…. dan saya juga ngga bilang semua yang keterima jadi calon diplomat Deplu memiliki kemampuan itu… Ini hanya kesimpulan yang sangat subjektif yang saya pelajari dari teman-teman saya yang lulus Deplu. Tujuannya… jika saya masih ingin mencoba tes tersebut atau rekan-rekan yang membaca tulisan ini memiliki keinginan yang sama dengan saya…. mari kita perkuat kemampuan kita di tiga hal tersebut: critical reader, thoughtful analyst, persuasive speaker. Tapi ada juga siy yang punya tiga kriteria itu nggak lulus, berarti…. Allah telah mengkapling rezeki anda di tempat lain yang jauh lebih baik ^_______^ Dan juga…. kata teman-teman siy…. kita harus punya “spesifikasi” tersendiri, agar memiliki poin pembeda dari kandidat lainnya. Yang untuk kasus Deplu, di titik beratkan pada kemampuan berbahasa. Beberapa orang Deplu untuk kawasan berbahasa Cina, yang pernah saya kenal, kebanyakan lulusan Sastra Cina UI. Mungkin memang karena kampus di Indonesia yang memiliki Sastra Cina masih bisa di hitung jari. Hm…. jadi penyemangat juga niy untuk lebih rajin belajar bahasa mandarin😛

Satu lagi hikmah yang saya ambil dari kisah teman saya ini…. tidak ada kata terlambat…. Kalau memang jodoh tidak kemana…. Soalnya saya sempat bingung ketika harus lulus kuliah nanti… bisa nggak ya keterima di beberapa posisi yang saya idamkan… mengingat usia yang sudah tidak muda lagi dan pengalaman kerja yang begitu terbatasnya.

Yang penting.. tetap berusaha, tunjukan prestasi anda, terus berbagi… dan tak putus-putus berdoa… begitu bukan?

mengawali hari dengan penuh SEMANGAT!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s