Berita Online

Sebagai orang yang jauh dari tanah air, salah satu cara untuk dapat meng-update informasi adalah dengan membaca berita via internet, atau berita online.* Awal mulanya saya sangat antusias, dan sempat-sempatnya memikirkan perkembangan industri dunia surat kabar versi cetak nantinya. Tentunya oplah mereka akan sangat jauh berkurang, apalagi semenjak maraknya BB ditangan warga Indonesia. Walau mayoritas digunakan untuk facebook -an, tapi ada beberapa yang suka share link berita juga kok ^__^. Bahkan beritanya sangat up to date sekali. Apalagi jejaring berita yang memang memfokuskan diri sebagai sumber berita online. Setiap detik ada saja informasi yang disajikan.

Tetapi…. saya terus terang sangat kecewa dengan kualitas berita online . Kalau diumpamakan, berita online layaknya pengumuman dari pengeras suara di mesjid. Menyampaikan sesuatu yang sangat penting namun hanya mencakup APA dan DIMANA saja. Untung-untung kalau ada bonus, ada tambahan SIAPA nya. Prinsip penyampaian berita 5W-1H benar-benar tidak terakomodir dalam pemberitaan online ini. Dan itu yang bikin males banget! Seperti mengikuti berita gosip saja, “hei.. ada kejadian ini loh…”, udah gitu aja, nggak ada pemaparan lebih lanjut, penjelasan yang sedikit lebih detail gitu yaah… Mayoritas, berita online hanya terdiri dari dua paragraf saja!

Ini tidak tertuju hanya pada satu penyelenggara berita online saja yah. Tapi SEMUA (semuanya dimiringkan, karena yang dimaksud semua disini adalah semua yang pernah saya baca :P)… Dalam pemilihan judul juga, nggak ada bedanya dengan judul berita di koran sejenis “Lampu Merah”, konon kabarnya sudah ganti nama ya jadi “Lampu Hijau”? Sehingga saya sangat-sangat-sangat mempertanyakan kualitas reporter pemberitaan online ini. Karena waktu itu saya sempat mengirimkan sebuah berita kepada teman saya yang kebetulan berprofesi sebagai reporter lalu dijawab begini “okey.. disampaikan ke redaktur ya.. kalau nggak bisa at least kita coba ke yang versi online.

So… memang versi online kualitasnya “diturunkan” dari versi cetak? Agar pasar versi cetak tetap bisa menguasai dunia industri pemberitaan? Sangat masuk diakal siy… but please kualitas berita onlinenya jangan “separah” itu.😀 Karena…. walau versi cetak juga bisa di akses secara online, tapi sungguh tidak nyaman di baca😀 apalagi kalau kebagian internet lemot… sudah lupakan saja ^__^ Mengenai masalah ini, saya mengacungkan jempol untuk Kompas, yang menyediakan layanan Kompas.Cetak yang ditampilkan semudah dan seringan berita online. Tapi untuk pemberitaan onlinenya… penilaian saya masih belum berubah, berlaku untuk semua penyedia berita online yang pernah saya baca.😀

Bagaimana menurut anda?

* Berita online yang dimaksud adalah berita online made in Indonesia😀

8 thoughts on “Berita Online

  1. Agree and not agree, Rinc. “Agree” kalau kita membicarakan berita online versi Indonesian news provider. Sebagian besar dari mereka seperti yang dirimu jabarkan itu. Contrarily, my “not agree” answer points to the non Indonesian news media. Tengok saja penyedia berita-berita internasional semacam CNN atau Al-Jazeera. Menurut pendapatku, berita-berita yang mereka rilis secara online berkualitas dan memberikan gambaran jelas -tidak hanya sekedar “apa”, “di mana” atau “siapa”. Nonetheless, kembali ke “segmen”nya, Rinc. Kita tahu bahwa berita online memang disediakan untuk “instant reading purpose”, cepat dibuat, cepat pula dimuat (online), dan cepat dinikmati😀

  2. hehehe.. yoha… ini maksudnya yang berita online dari Indo😀
    *hm.. harus diperjelas nih🙂

    bener banget, semua tergantung dr segmen nya.
    Cuma cukup mengkhawatirkan juga, karena nanti org2 pd tahu banyak, but basicly kaga paham apa yg mereka ketahui itu. Krn nggak banyak dr pembaca, yg udah tau sesuatu lalu mencoba untuk mengekpslore lbh jauh lagi pemberitaan tersebut.

    *Jadi inget seseorang yg main posting di wall fesbuknya pemberitaan mengenai seorang public figure, plus dengan segala penilaian dari dia tanpa cek and kroscek terlebih dahulu, dan ternyata pemberitaan yg disampiakan media online tdk menggambarkan keseluruhan fakta yang ada. Ketika counterargument diajukan via media lain, dengan pemaparan yg detail (menyangkut latar belakang dsb) si oknum tdk menyampaikan klarifikasi. Nah… ketika org2 hanya berpatokan pd berita singkat yg di aplot tersebut, pembentukan kesadaran yang tidak sesuai fakta/”negative consciousness” telah terjadi… (kok malah bhs pelajaran disini :P), Dan ini yg sangat mengkhawatirkan… *menurutku sih*😀

    • Nice, sudah diperjelas dengan menambahi “footnote”😀.

      Well, Rinc…kalau soal “sense of curiosity” tiap individu, dalam hal ini terkait dengan keingintahuan mereka untuk mengorek lebih lanjut mengenai berita yang mereka dengar atau baca, tidak bisa diprotes dan diatur. There is no stardard for that, karena itu personal sekali🙂. Masalah nantinya ada orang tertentu yang yang salah persepsi seperti yang dirimu sampaikan, that’s his/her problem. Kesudahannya, ketika fakta terkuak, khalayak ramai akan mengerti kok siapa yang “bego” :)). Itulah pentingnya menggali lebih dalam dan berdiskusi dengan orang lain, supaya informasi yang kita dapat banyak dan memiliki objektifitas tinggi. *Ini malah blabbering sana-sini :)) [maaf, Rinc :p]

  3. xixixi..
    yoha banget… masalah mau meng-explore lebih lanjut or enggak memang sangat subjektif sekali ^__^ No one can force it😀

    Xixixixixi…
    Setuju… sebelum mengambil keputusan (dan sejenisnya), perlu mencari input sebanyak-banyaknya ^___^

  4. ketemu juga sama temen seragam putih-biru.. salam kangen yuherina..

    emang rin, saya berpandangan persis seperti yang ada ditulisan mbak yuher. kualitas berita di media online mutunya memang memprihatinkan. hanya sebatas kilasan tanpa in-depth report yang mendalam. saya menduga ini semacam kong-kalikong untuk tetap mempertahankan oplah media cetak.

  5. Berita Online, salah satu bentuk dari bisnis media supaya pembacanya tidak lari ke lain “hati” alias ke media lain..:)

    Mengenai kualitas beritanya, tergantung dari niat media itu sendiri. Kalau media yg cari untung, pasti beritanya sudah berkurang..:D

    Kayaknya baru pertama ini, saya komen di blog mbak..:D
    Btw, kita tukaran link ya..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s