Celotehan di Pagi Hari (dow pagi-pagi dah berceloteh :P)

Ada yang pernah nonton film 3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta? Hm… menurut gw tuh cerita biasa banget. Terlalu ambigu. Hm… nggak ambigu juga siy, tapi mungkin tidak ingin terlihat terlalu radikal. Mungkin yah… padahal ingat kata dosen gw, apa yang salah dengan radikal? Radikal bukannya menggali sesuatu langsung ke akarnya? Yeah… yang salah adalah stigma dan stereotype yang telah terbentuk di masyarakat. Radikal itu sesuatu yang full of hatred dan identik dengan kekerasan.

Well,,, I am not on purpose to talk bout that radical thingy…
Back to my opening clause… tentang film tersebut. Yah… film tersebut biasa banget TAPI, ada TAPI nya neh…. Tapi ada sebuah adegan yang ngena banget sama gw. Ketika si Kribo (sorry I even forget the name of the main character) minggat dari rumah dan numpang dirumah temannya. Bapak si temen adalah Hadad Alwi (tentunya gw juga lupa siapa namanya di film tersebut), tapi gw suka banget dengan jawabannya. Ketika si kribo mengajukan pertanyaan kritis particularly bout his relation dengan pasangan beda agamanya. Ada banyak tanda tanya yang berputar dari dalam kepalanya yang kribo itu, membuat beban kepalanya semakin berat.

Jawaban Hadad Alwi juga sangat bijaksana, dia menjelaskan dari sudut pandang agama yang dia pahami, juga dari sudut pandang realitas kehidupan berumah tangga nanti. “Yang sama saja susah, apalagi beda.” Begitu lebih kurang jawabannya. Namun yang bikin gw suka bukan itu…. but the next (atau before yah? hehehe)… intinya dia menyatakan… pertanyaan si Kribo adalah pertanyaan yang sulit… dia pun tidak bisa memberi jawaban selain dari YANG DIA PAHAMI. Dan diapun MASIH TERUS BELAJAR.. BELAJAR LEBIH BANYAK LAGI.

Thats the point!
That I wanna talking about!
Sebuah kerendahan hati… sebuah wujud kejujuran atas sesuatu yang memang tidak begitu dipahami.
Ilmu apapun begitu luas… dan kemampuan manusia begitu kecil untuk mengulasnya dengan tuntas.
Namun… itu juga yang menjadi alat menguji keimanan kita… (if u are a believer).

Dan apa maksud bin tujuan note ini?
Maksud bin tujuannya adalah untuk mengajak kita semua mengadopsi kerendahan hati tersebut dan menghancurkan segala keangkuhan yang suka kita pakai disaat menghayati hakikat penciptaaan kita… mencoba memahami suruhan dan larangannya… terkhusus… buat mereka yang dengan pengetahuannya yang dangkal, menuding-nuding dan bahkan mengingkari kehebatan-Nya.

Saya masih ingat… sebuah percakapan dunia maya… “adakah Tuhan itu?”
dan dengan pemahaman yang dia punya, mencoba mengingkari fakta-fakta yang ada dihadapannya, melupakan semua yang telah dia nikmati dari lahir hingga detik ini… semua! Trap in melancholia!!

Satu yang saya lupa tanyakan… “SUDAHKAH KAMU MEMBACA DAN MEMAHAMI ALQURAN DARI AWAL SAMPAI AKHIR? MINIMAL TERJEMAHANNYA”. Nah… jika sudah… itu artinya sudah punya gambaran secara utuh tentang apa itu Islam, maka… SILAHKAN DI KRITISI… Jika belum? Silahkan tanya diri anda… itu hanya keangkuhan anda pribadi atau karena anda memang malas?

Nggak lucu donk… gw belum nonton film 3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta tapi sudah mengkritisinya habis-habisan…
Belum baca buku A tapi sudah mencap jelek tanpa tahu apa isinya…
Mencap Tuhan itu tidak adil tanpa benar-benar memahami apa yang sudah diajarkannya (lalu adilkah anda????).

Sekali lagi…
mari kita buka hati kita seluas-luasnya…. dan pahami dengan ILMU jangan dengan HAWA NAFSU!

Tunjukkanlah kami jalan yang lurus.
(QS. Al-Fatihah [1]: 6)

”Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami, benar- benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ankabuut [29]: 69).

–just a share—

4 thoughts on “Celotehan di Pagi Hari (dow pagi-pagi dah berceloteh :P)

  1. Hijrah nih ceritanya, tapi promosinya tetep pake FB qiqiqi…aq juga coba hijrah ke salingsapa.com, tapi ga ada orang yg dikenal disana sama aja dah

    • xixixixi… iya pak… untuk note kalangan terbatas biasanya saya make fb saja. tapi karena bermasalah dr tadi ya sudah.. pake blog saja ^^
      kekeke.. saling sapa sama yg ad d sana aj pak… cari kenalan baru.. haiyah… hehehe😛

  2. huhuhuhuhu…
    mungkin kalo lo yg jadi juri FFI, film 3H2D1C gak bakal jadi film terbaik FFI 2010, rin…😛

    yup, scene yg waktu makan bareng si Rosyid (nama tokoh utamanya) sama Hadad Alwi emang kena banget tuh… dari segi cerita sebenernya nggak unik sih, karena sebelumnya udah ada film Cin(T)a yang lebih dalem ngebahas perbedaan agama untuk suatu hubungan… kalo film 3H2D1C ini, kesannya lebih ringan karena diselingi banyak humor…

    btw, udah nonton filmnya Dedi Mizwar ‘Alangkah Lucunya Negeri Ini’? I think it’s much better than the movie that you talked about…🙂

    • eh… ni pelem jadi pelem terbaik FFI 2010? Hohoho.. gw malah nggak tau😛 Hm… mungkin selain dari segi konten mereka punya kelebihan lain… mungkin siy.. tapi gw tidak merasakan kelebihan itu, mungkin krn gw nontonnya dari dennyhotspot yang kualitasnya yah… lumayan dari pada nggak ada😛

      Hm.. setuju.. gw lebih suka cin(T)a -btw gw juga sempat bikin ulasannya di note fb gw, kekeke *promosi*-, karena itu lebih jelas maksud bin tujuannya walau tetap nilai netralitas tidak bisa dibawa kedalamnya.Mungkin ini juga kelebihan 3H2D1C, mereka tidak menjelek-jelekkan pihak tertentu dalam pemaparannya. Tidak menuding… tapi hanya memaparkan dilema anak muda yang dimabuk cinta. Aishhh… kekeke…

      Hm… belum sempat tuh nonton film yang itu…. entar deh, disempetin ^^ Tempo hari pernah nonton beberapa menit, trus berhenti dan belum disambung lagi😀😀 Let see… seberapa better that movie than this one😀 Thanks for the suggestion ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s