Ikan Salmon dan Ikan Hiu Kecil

Mungkin sudah banyak yang mendengar kisah Ikan Salmon dan Ikan Hiu Kecil ini, namun saya ingin meramunya dengan bahasa saya, berdasarkan pemahaman yang saya dapatkan ^_^

Well, berhubung beberapa postingan isinya resep makanan melulu, postingan kali ini bukan tentang resep makanan kok… tapi resep lainnya ^__^

Berawal dari sebuah forum pengajian yang saya ikuti, yang cukup rutin diadakan perkumpulan mahasiswa muslim baik di kampus maupun gabungan kampus di Taiwan. Nah… dalam sesi curhat pengajian tersebut, seorang teman curhat kepada Pak Ustad mengenai kondisi hidupnya saat ini yang terasa begitu sulit. Dan sering kali, kesulitan-kesulitan itu mengendorkan semangat yang ada. Efeknya… jadi malas ngapa-ngapain.

“Pernah dengar cara nelayan menyelamatkan ikan Salmon sesaat sesudah penangkapan hingga dibawa kedarat dalam keadaan hidup?” tanya Pak Ustad, semua peserta saling bertatapan dan menggeleng disaat yang hampir berbarengan.

“Pak nelayannya masukin ikan hiu ke kolam penampungannya.” deeeng… lagi peserta saling bertatapan dan kali ini dengan muka yang seolah-olah mengekspresikan, “Bagaimana bisa? Ikan Hiu gitu loh…”

“Iya. Ikan hiu… ikan hiu kecil…” lanjut Pak Ustad. Peserta sedikit lega, namun masih bertanya “kok bisa?”

“Jadi ternyata… dengan dimasukkannya ikan hiu kecil ke kolam penampungan sementara, ikan Salmon yang ada jadi terus bergerak kesana kemari. Berusaha semaksimal mungkin menghindari di ikan Hiu kecil dengan berbagai cara , hingga akhirnya tetap hidup hingga ke darat. Tak disangka, tekanan-tekanan dan tantangan yang mereka hadapi justru menjadikan mereka mampu bertahan.” Pak Ustad berhenti sejenak, tersenyum, dan melanjutkan.

“Nah sama halnya dengan kita. Ketika berbagai kesulitan datang… kita nggak boleh pasrah begitu saja. Kita harus terus bergerak keluar dari kesulitan-kesulitan tersebut. Kita yang dulunya selalu juara, lalu tiba-tiba punya saingan, artinya kita harus berusaha lebih keras lagi agar tidak tersalip. Kita yang sudah dengan susah payah dan penuh pengorbanan mengamalkan sesuatu namun dengan serta merta di fitnah… artinya keikhlasan kita sedang diuji dan apakah langkah kita tiba-tiba mati hanya karena hal sepele seperti itu?” semua mata tertuju ke Pak Ustad, yang dari tadi sudah beberapa kali ganti posisi duduk.

“Intinya… segala kesulitan itu bukan senjata mematikan yang memandulkan gerakan-gerakan kita… Justru doping agar kita terus menggeliat dan produktif. Agar hidup kita berdinamika dan tidak monoton. Bergeraklah… dan Allah akan melihatnya… ” Pak Ustad mengakhiri kalimatnya dengan senyuman… semua peserta pun tersenyum dengan kemantapan hati… bahwa mereka tidak akan mati hanya karena seekor “hiu kecil”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s