Sebaiknya JANGAN….

Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al Mu’min: 60)
========
Malam di Zhong Li sudah terasa hangat, walau angin dingin yang bertiup kencang masih sering berhembus. Musim semi hanya mampir sejenak dikalahkan musim dingin berkepanjangan. 
Jarum jam di jam dinding buatanku menunjukkan angka 10, ingin beranjak tidur namun mata belum mengantuk. Ku buka pintu lebar, membiarkan udara malam masuk dan menikmati indahnya hamparan city light kota Zhong Li. 
Banyak hal berkelebat dikepalaku, temanku yang ku tunggu hadirnya untuk menyampaikan desakan-desakan di dalam dada ini tidak menunjukkan tanda ke-online-annya. Disaat aku benar-benar membutuhkan hadirnya. Ingin ku ketikan beberapa kata dan mengirimkannya via sms, namun tidak ku lakukan. Seperti biasa… diri ini terkadang masih terlalu “angkuh”. Ku masih menunggu… dan menunggu…
buzz
Ternyata panggilan dari adikku. Senyumku serta merta merekah. Setidaknya… I have a shoulder to rely on. Ku minta dia menyalakan skype dan bervideo call ria dengan keluarga. Tapi mana yang lainnya? Biasanya, jika kamera sudah terdeteksi, dibelakang adikku akan berjejer Mama, Papa dan Nenek. Namun saat itu… hanya mukanya yang memenuhi layar laptop. 
“Amak di kamar… Mama lagi masak udang di dapur… Papa belum pulang.” begitu lapornya ketika ku tanyakan keberadaan yang lainnya. Sengaja penekanan khusus dilafalkannya ketika menyebutkan UDANG, santapan favoritku. Tentunya ingin membuatku iri dan merasa sangat menyesal, tidak berada di rumah saat itu. Pfuuf.. apalagi?
Akhirnya…. segala gundah gulana yang ada dikepala dan hati ini kusampaikan kepada adikku, dengan harapan dia akan menyampaikan kepada ibuku. Dia memang sudah sangat biasa menjadi media komunikasi antara aku dan orang-orang dirumah. 
“Intinya… mohon doanya!” begitu ujarku setelah menyelesaikan apa yang ingin dan harus ku katakan.
“Kayaknya mama bakal berdoa yang sebaliknya deh….” jawabnya lempeng, as always
“Kenapa gitu?”
Because mom want you going back home!”
Singkat dan padat… namun tepat sasaran. Jleb… menusuk tepat di dasar hati… 
Dan kini… semua terserah yang di Atas saja… I’ll follow His scenario. I won’t hope too much, but still hoping, hehehe… Apapun… yang terbaik ^___^ Karena sesuatu yang baik menurut Allah pasti baik untuk ku, dan sesuatu yang buruk menurut Allah pasti buruk untuk ku.


10 thoughts on “Sebaiknya JANGAN….

  1. Hah? Apaan nih=p? Rinc, apa aku harus bilang segamblang “tempelengan(ku)”, bahwa aku siap jadi “tempat sampah” kalau dirimu butuh. Seriusan ini mah🙂. Ya?

    Hmmm…postingan ini bermakna ganda (menurutku). Will you stay here longer? Hehehe. Just wild-guessing^^.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s