Self-Help is The Best Help

Akhir-akhir ini… saya suka membaca dongeng, hehehe… Kumpulan dongen anak-anak Taiwan, yang kebetulan dicetak bilingual (Bahasa Cina dan Bahasa Inggris). Dan banyak sekali kearifan-kearifan yang terkadang kita lupa, saya temukan di dongeng-dongeng tersebut.

Salah satunya yang saya suka yakni “The Mother Lark”, bercerita tentang Lark sekeluarga yang numpang tinggal dikebun gandum seorang petani. Mereka bisa tinggal aman dan sentosa di sana karena si petani tidak juga memanen gandumnya, masih menunggu bantuan dari teman-teman dan tetangganya untuk panen. Waktu terus berlalu, bala bantuan tak kunjung datang… hingga akhirnya si petani memutuskan dia sendiri yang akan memanen hasil panennya.

Sesimple itu sih ceritanya…. tapi pesannya paaaass banget… mungkin karena kondisinya sedang mendukung. Hehehe… Karena beberapa waktu yang lalu sempat sedih banget… dengan kondisi pengerjaan thesis yang ngadat…. karena satu dan lain hal. Yang membuat diri ini ingin menghilang saja dari muka bumi ini. Jiah lebaaaayyyy…

Ingin menyalahkan orang lain dan keadaan, tapi semua tidak ada gunanyakan? Pun menyalahkan diri sendiri, tidak akan memberikan manfaat apa-apa. Mau nangis juga sudah capek sekali rasanya. Semua orang serasa berada di posisi yang bersebrangan… dengan keluhan-keluhannya yang bikin capek… semua orang serasa begitu menyebalkan… dengan tuntutan-tuntutan yang tidak berperasaan… hehehe… Maklum.. lagi suntuk berat, jadi merasa diri paling susah sedunia gitu deh. Lalu akhirnya memutuskan bersembunyi ke dalam gua… menikmati hari-hari dan kebebasan pribadi…

Kebut sana-sini, mengerjakan si thesis dan tidak peduli panggilan sana-sini. Karena…. in this situation… only me myself could help mine! Sedih banget sih, sendiri kek gitu, hingga akhirnya lari kepelukan “maya” seorang sahabat. That’s a friend for bukan? Untunglah masih ada orang yang bisa mendengarkan. Yup mendengarkan!! Terkadang ketika mencoba share ke orang lain, mereka bukannya mendengarkan, eh malah curhat lebih panjang… jiah cape deh… xixixi😛

Dan.. untuk benar-benar bisa bangkit dan menghadapi dengan keberanian, uhuy, lagi… segala hal kembali ke diri sendiri.. mau beranjak lebih baik… atau tidak? Orang lain bisa mendengarkan… bisa memberi saran… but its only me… can help myself!

Satu yang saya pelajari dari proses perenungan panjang ini, jiiiaaahhh… Bagaimana untuk selalu di titik nol… untuk tidak menumbuhkan harapan-harapan saya terhadap orang lain… Terkadang, dengan orang yang kita anggap satu visi dan misi dengan kita, bisa saja ditengah jalan mereka berkhianat. Atau… menganggap apa yang mereka lakukan sudah cukup, means… standar usaha maksimalnya yang tidak sama. Dan saya tidak bisa memaksa orang-orang untuk memiliki standar yang sama, namun saya… bisa memaksa diri saya untuk meraih standar yang sudah saya (bc kami) tetapkan, bahkan lebih!

Sekali lagi, saya harus bisa untuk melatih diri saya, untuk tidak menggantungkan diri kepada orang lain… Saya tidak butuh banyak cuap begini dan begitu yang mungkin saja justru jadi menyakitkan perasaan orang lain, tapi yang penting bagi saya adalah bertindak dan terus bertindak…. fokus dengan jalan dan tujuan saya….

Oh iya… akhir-akhir ini saya juga jadi orang yang pendiam. HAHAHAHA… I can’t believe it… But sure… dan ternyata saya menikmatinya…. setiap ada hal-hal yang bergolak, saya langsung mendiskusikannya dengan pikiran saya. Dan saya berencana untuk melanjutkan pilihan ini…. Ada damai dalam diam… ahay…

dah ah… makin g jelas ini nulis apa😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s