Kubertanya Pada Hatiku…

Kubertanya pada hatiku…

Mengapa dia bersedih? Mengapa dia kecewa?

Kubertanya pada hatiku…

Benarkah Allah telah menjadi tujuan utamanya dalam melakukan segala hal?

Jika benar… mengapa dia mesti bersedih? Mengapa dia kecewa….?

Ketika semua yang sudah dia usahakan, dihancurkan oleh tangan manusia?

Ketika kebeningan tujuan dan harapan yang dia miliki dikotori oleh nafsu-nafsu dunia…

Tidak ada ruang untuk menangisi ketidakberpihakan dunia, justru yang harus ditangisi adalah kerapuhan diri, yang tidak bisa menjaga diri untuk tidak haus dengan penilaian manusia.

Kubertanya pada hatiku

mengapa dia bersedih dan kecewa?

Padahal yang paling utama adalah penilaian Allah, bukan sanjung puji manusia.

Manusia memang sangat terbatas pengetahuannya padahal Allah…. dia Maha Tahu akan segala-Nya.

Biar Allah saja yang tahu…

Biar malaikat-Nya saja yang menuliskan…

***

Sebuah nasehat indah dari Dr.Wagdy dalam diskusi panjang di acara yang diadakan CMA hari sabtu yang lalu. Beliau menyatakan :

“Semua orang akan mendapat balasan baik dari Allah, terlepas mereka orang yang beriman atau tidak. Jika mereka bukan orang beriman, maka Allah akan memberikan balasan di dunia. Dan jika mereka beriman, Allah akan memberikan balasan di dunia… dan juga di akhirat.”

So… seharusnya tidak ada ruang untuk sedih dan kecewa. Mungkin Allah belum memberikannya di dunia, namun di akhirat sana. Lalu… mengapa tidak bisa untuk sedikit bersabar? Bukankah semua kenikmatan dunia ini hanya 1% dari kenikmatan yang Allah janjikan untuk umat-Nya?

Ya Allah… jadikanlah aku hamba-Mu yang sabar… Aamiin… 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s