Pilih Kasih (:P)

Setiap orang punya kencedrungan, pun saya…
Setiap orang punya cara spesial terhadap yang disukainya, pun saya…
Apalagi klo masalah makanan! Uhuy😛

Selama di Taiwan, dari segi makanan, belum ada makanan yang sampai level nikmat dalam lidah saya. Hehehe…
Yang sesudah memakannya saya akan merasa nikmaaaaaaatttttt sekali, sampai rasanya terbayang-bayang. Ups… lagi puasa ye…😛

Bahkan makanan yang jika di rupiahkan mencapai harga jutaan rupiah sekalipun (tentunya ini kasusnya di traktir), tidak ada yang rasanya unforgetable bagi saya.
Enak… iya… tapi tidak special. Ya… gitu aja… makanya saya tidak pernah bersemangat membungkus aneka makanan yang disajikan buat kami ketika ada sisa banyak (kecuali buat yang bulan puasa, butuh buat sahur soalnya).  Lain halnya dengan rekan2 saya, yang akan semangat sekali jika ada kesempatan membungkus aneka makanan. Mungkin alasannya buat menghemat, bukan masalah kepuasan lidah juga🙂 Bagi saya sendiri… karena makanan tersebut hanya sebagai pemenuh kebutuhan saja -dari pada nggak ada- mengingat susahnya dapat makanan halal di sini, sekali dapat ya sudah, jika dibungkus lagi… dijamin tidak akan termakan.

Hm…. bukan saya terlalu picky masalah makanan. Well… apapun yang dihidangkan pasti akan saya santap. Namun bukan berarti lidah saya jadi dimanjakan dengan santapan-santapan tersebut. Semenjak saya hengkang ke Jatinangor 2003 yang lalu, lidah saya sudah terlatih untuk mencicipi makanan yang rasanya “apa ada”nya, tentunya menurut standar lidah saya. Hehehe… So sampai di Taiwan, tidak kaget-kaget amat. Walau terkadang menemukan banyak makanan Indonesia sekali pun, di restoaran paling enak sekalipun… bagi saya makanan tersebut tidak special. Mungkin… karena yang disajikan kebanyakan menu masakan Jawa, yang sama sekali tidak mengobati rindu saya akan masakan Minang. Hehehe….

Atau racikan ala kadarnya, yang terkadang terlalu ala kadarnya, jauh dari standar makan saya (we…. sok punya standar makan tinggi, hahaha. Tapi masalah kualitas makanan dari segi gizi dan rasa, memang menjadi perhatian utama keluarga saya), membuat makan tanpa feeling sudah jadi kebiasaan saya. Ya di santap saja…. enak g enak urusan belakangan… yang penting kenyang dulu.

Namun…. sejak beberapa hari yang lalu sahur saya jadi penuh semangat! Makan saya benar-benar bisa saya nikmati…. dengan rasa yang selalu terbayang-bayang… *haiyah* , hanya karena semangku sambel istimewa…. sambal Thailand buatan Mami!!

Yeaps… beberapa hari yang lalu sahabat saya memberikan saya sambal buatan Mami (Ibunya), yang rasanya seperti sambal di rumah saya. Walau hanya makan dengan nasi panas dan sambal ini saja, rasanya nikmaaat sekali…. Hehehe…. Dan saya benar-benar memperlakukannya secara istimewa. Makanan lain yang biasa kami bawa pulang selama ramadhan, tidak pernah mendapat perhatian khusus dari saya. Mau basi ya udah… gimana lagi. Tapi sambal special tersebut…. saya sampai bela-bela-in menghangatkannya di subuh hari agar tetap bisa di makan keesokan harinya. Bahkan wajan untuk menghangatkannya saya cuci bersih, agar tidak terkontaminasi dengan rasa masakan lain (kebetulan wajannya baru digunakan menghangatkan masakan lain). Pokoknya….. spesial!😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s