-me, second!-

Aku pun merasakan hal yang sama.

Hanya tidak mampu tuk mengungkapkannya.

Ku pikir, sang waktu kan memberikan keajaibannya, dengan ku cukup khusyuk berdoa.

Namun ia justru pergi, sedikitpun tak hirau.

Aku berada dalam kubangannya, namun kami tidak terikat.

Setiap detiknya mempengaruhi hidupku…

Namun setiap laku ku tak ada arti baginya.

Dia akan terus berlari…. seberapa kuat pun ku coba untuk menggenggam.

Dan kini… jejak-jejak langkahnya telah menjadi tumpukan usia

Yang tidak bisa ku ulang kembali…

***

Aku pun merasakan hal yang sama

dan masih melakukan hal yang sama

masih berharap keajaiban itu akan datang dengan sendirinya

***

Semoga nanti, ku tak menyesal

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s