Catatan Kecil #1 : Mami

“Rina… Rina…” suara Mami terdengar memanggil dari lantai satu. Tergopoh-gopoh, ku penuhi panggilan itu.

“Udahan ya… udah di panggil…” ku putus sambungan telpon yang hampir 30 menit mengudara. Mami sudah duduk manis di meja yang disetnya sebagai meja belajar. Berlembar-lembar kertas dan buku berserakan di atasnya.

“Mami beli buku ini, cukup lah ya?” Mami menyodorkan note kecil yang di belinya, aku mengangguk dan tersenyum di saat yang bersamaan. Tampaknya note itu akan dipakai Mami untuk menulis ulang doa-doa haji yang sudah di hafalkannya, agar lebih tertata dan mudah di bawa. Karena selama ini Mami menuliskannya hanya dilembaran-lembaran kertas yang di jumpainya, saat hendak menuliskan potongan doa tersebut.

“Dengarkan Mami ya…” seperti hari-hari biasanya, Mami tampak bersemangat. Mami melafalkan doa-doa yang sudah dihafalnya, dan aku membantu beliau mencek kata demi kata, sudah benar atau belum. Beberapa pelafalan Mami masih belum bersih, apalagi jika ada “nun mati” yang di sambut “ya bertasydid” sesudahnya. Beberapa kali ku coba membetulkan… tapi memang sudah dari lidahnya tampaknya.

“Allah zhi dao la…” ujar Mami kemudian, mulai sedikit putus asa.

“Dui…” jawabku pelan, dan melanjutkan ke hafalan yang lain. Subhanallah… Mami memang keren! Dari 10 doa yang ada di buku panduan, tinggal satu doa lagi yang belum dihafalkannya.

“Gara-gara kamu nggak ke sini dari hari jumat…” Mami komplain. Karena jika hari Jumat aku sudah ke rumah, maka malamnya Mami sudah belajar cara melafalkannya. Dan selama dua hari, tentunya Mami akan berjuang dengan keras untuk menghafalkannya. Aku cuma bisa nyengir, dibantu Liuching, ku jelaskan ke Mami kalau setiap hari Sabtu pagi ada agenda di kampus, jadinya nggak bisa lagi ke rumah beliau setiap hari Jum’at.

“Ya sudah, ajarkan Mami yang ini…” pelajaranpun di mulai. Tugas ku sebenarnya sangat sederhana, membacakan doa yang ada di buku panduan, dan mencek Mami sudah benar atau belum menulis ulang doa tersebut. Entahlah, doa-doa yang ada dibuku panduan tampak terlalu ribet bagi Mami. Padahal, jauh lebih jelas dari pada yang ditulis ulang oleh Mami. Hehehe….

Malam itu, kami menghafalkan doa untuk Sai. Agak sulit memang, aku saja sudah sedikit pesimis, eh Mami malah berkata “Bu nan… Bu nan… (tidak sulit, tidak sulit)”, berkali-kali beliau berdoa, untuk dibukakan pintu hatinya dan dimudahkan dalam menghafal doa tersebut. Huuks… Mami…😦 Sungguh, sangat-sangat malu dengan semangat Mami Y-Y. Setelah beberapa kali melafalkan, Mami sudah mulai lancar melafalkannya.

“Ambilkan Mami kertas…” ujar beliau kemudian. Ku raih kertas yang ada di atas mesin fax, membaginya jadi dua dan memberikan setengahnya untuk Mami. Mami menyalin ulang doa tersebut ke lembar kertas yang sudah ku berikan, menuliskannya dengan huruf arab yang besar-besar. Biasanya, kertas itu akan di tempel Mami di tempat kerjanya, dan dihafalkannya sepanjang hari sembari bekerja.

“Allahamdulillah… Alhamdulillah… xie-xie ni… xie-xie ni….” pelajaran malam itu berakhir, Mami tak henti-hentinya berterima kasih. Berkali-kali aku bilang tidak usah, karena aku sebenarnya tidak melakukan apa-apa. Lagian, hal yang sama sudah biasa kulakukan di rumah, menjadi asisten bagi Mama, Papa atau Nenek. Dan tugas mulia itu kini dilanjutkan oleh si bungsu, anak satu-satunya yang masih tersisa di rumah.😛

“Sudah jam 11… sana ke atas kalau pengen istirahat.”

“Iya sebentar lagi…”

Karena melihat aku masih ingin berlam-lama di bawah, Mami jadi semangat bercerita panjang lebar ke sana kemari. Sudah hobi nya Mami, untuk bercerita dan bercerita… Segala petuah mengenai naik haji yang Mami dapatkan dari Imam diceritakan ulang dari awal hingga habis. Aku manggut-manggut, nggak tau mau komen apa. Lebih tepatnya… tidak bisa.  Sesekali air mata Mami menetes…. ketika dia sudah beralih topik ke pembicaraan tentang keluarga. Cerita akan kerinduan…. ataupun memori masa lalu. Yah… setiap orang memiliki kisahnya masing-masing.

“Rina… kamu sabar sekali mendengarkan cerita Mami.” komentar anak Mami yang ketiga. Aku cuma tersenyum. Hm… aku memang suka mendengar cerita sih… Dan itu bukan masalah aku pendengar yang baik atau tidak, tapi karena aku memang orang yang suka mendengar cerita. Apalagi tentang pengalaman hidup orang lain. Aku menjadi kaya dengan cerita mereka… kaya akan pengalaman. Di rumah pun begitu, orang tua terkadang sudah menceritakan hal yang sama berulang-ulang, aku, masih setia mendengarkan. Bagaimana pun… aku yang sekarang, adalah produk dari cerita-cerita yang selalu ku dengarkan. (Bingung? :P)

“Nanti mau di doakan apa kalau Mami sudah di Tanah Suci?” Beuh Mami… masih nanya….😛

“Ya udah.. nanti Mami doakan agar diberi kehidupan yang baik…. cepat lulus…. cepat dapat kerja….. Amin.. Amin…”

” Jiehun Mami…..” hahaha… sedikit gemes, keluar juga kata-kata itu. Mami menatapku agak lama, dan kemudian tertawa terbahak-bahak.

“Hahaha.. dui a.. Jiehun o… Rina Jiehun… Da Jie Jiehun…” semua nama anak gadis yang ada di rumah di absen satu-satu sama Mami. Muka ku memerah tampaknya, karena terasa memanas.

“InsyaAllah Mami doakan ya…” Mami menoel hidungku dan berlalu ke arah kulkas. Di keluarkannya sebuah gelas besar, berisi yoghurt dan menawarkan untukku.

“Bu tai xihuan suan-suan de.” jawab ku jujur apa adanya

“Huh kamu itu, sama saja dengan Da Jie, nggak suka yang asam-asam. Makanya melar…” lanjut Mami. Beuuuuh… pake melar-melara-an…😛

“Hehehe… ya nggak suka gimana lagi…” jawab ku sekenanya dan memilih untuk menyantap buah peach yang tampak lebih menggoda.

“Sana kalau mau istirahat… Mami nggak harus ditemani kok. Ini mami juga mau tidur sehabis ini.” lanjut Mami. Ku turuti perintah Mami, dengan segera beringsut ke lantai tiga. Pengennya tidur, tapi pada akhirnya  malah ‘jalan-jalan’ di dunia maya.😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s