An Happy Ending ^_^

“Kalau kamu mau lulus semester ini, semua dokumen pendaftaran sidang harus masuk tanggal 9 Desember,” tegas, suara Tiffany  pegawai administrasi di kantor jurusan mengingatkan, disertai seulas senyuman. Saya balas tersenyum, kecut tapi.

Semua data sudah siap, kecuali revisi thesis, tapi itupun tanggal 9 Desember pagi sudah selesai kata professor saya. Yang jadi masalah saat ini adalah JADWAL! Ya… Jadwal sidang!! Sudah berkali-kali saya menghubungi professor yang akan menjadi komite sidang saya, berkali-kali pula tidak ditemukan jadwal yang cocok! Yang A bisa… B yang nggak bisa. Yang B bisa… A nya ada jadwal lain. Sampai-sampai professor saya ngalah, “Saya ikut jadwal mereka saja.”

Untuk mensiasati jadwal yang enggak matching-matching ini, akhirnya saya menghubungi 3 orang untuk dijadikan komite (butuhnya cuma 2), dengan harapan ketika A nggak cocok sama B, barangkali dengan C cocok, atau sebaliknya.. dan seterusnya… Alhasil? SAMA SAJA!!!! Suuussaaaah…

7 Desember 2011

Sedikit putus harapan, saya datang menghadap Bu Prof tercinta.

“Masih belum?” tampaknya tanpa bercerita panjang lebar pun, beliau sudah paham dengan apa yang terjadi. Saya mengangguk.

“Bagaimana kalau jadwalnya dimajukan dari pilihan tanggal yang di tawarkan? Tanggal 5 dan 6 saya kosong… ”

“Masalahnya… ini sudah tanggal 7 Prof… Peraturan kampus, kita mesti mendaftar sebulan sebelumnya, dan tanggal 5 ataupun 6 sudah lewat.” Si Prof mangguk-mangguk… tersenyum prihatin

“Kalau tanggal 10?”

“Itu artinya sudah masuk semester baru prof…”

Ooouuggh… benar-benar merasakan urgensinya waktu di sini. Beda sehari aja… sudah beda semuanya…

“Saya coba tanya Tiffany dulu deh Prof.”

“Yaps coba tanya…”

Saya berjalan pelan menuju Gedung C lantai 3, melalui jalan pintas yang tersedia di lantai 2 Gedung A, sebelah kantor professor. Pintu di buka pelan, Tiffany duduk di deretan paling belakang, seperti biasa tengah berbicara melalui telponnya.

“Yaps ada yang bisa dibantu?”

“Eh.. hehehe…” saya awali dengan sebuah cengiran, Tiffany tampak bingung dengan cengiran maut say.

“Ya?” ulangnya sekali lagi, meyakinkan diri kalau saya masih di alam sadar.

“Tiffany… saya bisa daftar untuk tanggal 5 atau 6 enggak? Tapi berkas-berkasnya saya kasih tanggal 9 pagi.”

“Aturannya sudah jelas… sebulan sebelumnya.”

“Iya… paham… tapi…” saya tidak melanjutkan kalimat, mencoba memakai strategi lain, muka memelas! Saya cari manik mata Tiffani dan menatapnya dengan penuh rasa mengiba.

“Ayolah… cuma beberapa hari ini…”

“Okay.. special case, tapi besok pagi semua berkas sudah masuk, ok?”

“OK!”

Tidak menunggu lama, semua berkas-berkas saya download dari website kampus, isi, revisi dan print! Pun dengan draft thesis, saya print semuanya tanpa terkecuali.

“Kamu jadi nge print dua kali, nggak apa-apa?” Tanya Bu Prof ketika saya sampaikan saya mau print draft yang ada saja, dan mengirimkan seminggu kemudian ke semua komite versi “fix” nya.

“Iya nggak apa-apa.” jawab saya singkat, nggak pake mikir, yang ada di kepala saya hanya sidang-lulus-sidang-lulus-sidang-lulus (dan nikah..loh :P).

Satu persatu saya telpon calon komite, menanyakan jadwal baru:

Prof A : saya ada kelas tanggal segitu…

Prof B : week end yah? saya ada meeting klo week end.

Prof C : sudah saya jawab via email, cek aja (di cek sampai ke SPAM nggak nemu satupun email balasan dari dia).

Lemes lagi… lunglai lagi…

8 Desember 2011 

Semua berkas yang ada saya bawa ke kampus, menemui Tiffany. Yang saya harapkan hari itu hanyalah datangnya sebuah keajaiban. Keajaiban?? Ya… hanya itu yang bisa mengubah segalanya. Hingga siang berlalu, tidak ada keajaiban apapun yang terjadi. Semua profesor yang saya kontak ulang, jadwalnya masih saja bentrok. Ada satu jadwal yang paling memungkinkan… namun itu pun harus mengatur jadwal dengan mahasiswa lain, karena salah seorang komite saya merupakan advisor mahasiswa yang bersangkutan dan berencana akan sidang di tanggal yang sama dengan saya. So… mau nggak mau beliau harus memprioritaskan mahasiswa bimbingannya.

Sampai siang saya tunggu di kantor jurusan, semoga saja mahasiswa yang bersangkutan tidak jad daftar, sehingga saya bisa daftar duluan. Hingga dia tidak ada alasan lagi… toh siapa cepat dia dapat, hehehe. Tapi tidak tega juga, hingga akhirnya saya menelpon yang bersangkutan

Saya :” X… saya cek di jadwal sidang, nama kamu kok belum ada ya? Kalau nggak jadi, saya yang daftar ya… ini saya sudah di kantor jurusan.”

X      : “Oh iya.. besok pagi saya daftarnya.”

Saya: “Pagi jam berapa?”

X      : “Nggak tau euy.. pokok nya pagi.”

Sedikit gregetan, saya akhiri panggilan tersebut. Huhuhuhu….

“Sudah.. daftar saja…” Tiffany menyarankan, karena semua data dan berkas saya sudah lengkap.

“Tapi kan nggak enak sama X…”

“Lalu?”

“Saya daftar hari berikutnya saja.”

“Daftar lewat dari tanggal 9 Desember sudah di hitung semester baru loh..”

“Iya… tapi mau bagaimana lagi.. we only have one Prof.C

Tiffany pun tidak punya ide lain, yang bisa menyelamatkan saya dan X. Seharian, sekembali dari kantor jurusan moodsaya berubah drastis. Sampai-sampai lupa kalau ada janji dengan teman lain *dah kebiasaan itu mah lupa*😛

9 Desember 2011 

Menunggu keajaiban lainnya… bahkan berharap… sesuatu terjadi dengan X, sehingga dia batal ke kampus.. or apalah… pokoknya dia nggak ke kampus aja… Huks… astagfirullah..

“Rina.. saya sudah di kantor jurusan.. kamu dimana?”

Ough.. alhamdulilllah… X baik-baik saja… walau jadi kecewa juga… itu artinya.. pupus sudah harapan saya.

“Kamu jadi mau daftar nggak? Kata Tiffany dia hanya akan ada di kampus sampai jam 12 siang.”

Tidak bersemangat, tidak saya tanggapi pertanyaan X.

“Iya saya ke kampus sekarang.” akhirnya… entahlah.. akhirnya saya menjawab demikian. Hujan rintik-rintik… pagi yang dingin… saya hadapi dan berlalu ke kampus. Hingga sampai di kantor jurusan, saya dapati X dan seorang teman lainnya sedang mengisi formulir pendaftaran dan menyerahkan beberapa dokumen lainnya.

“Rina, Prof. C katanya kosong di pagi hari.”

“Heh?”

“Iya… coba kamu hubungi lagi… barangkali beliau mau, jadi kita bisa sidang di hari yang sama.”

“Tapi… saya sudah email dan sms  untuk kemungkinan di pagi hari… tapi nggak di balas…”

“Kenapa nggak telpon?”

“Takut… entar malah mengganggu… Lagian.. nelpon sekarang kira-kira aman gitu?” sudah jadi kebiasaan, saya meng-sms terlebih dahulu orang yang akan di telpon. Kalau diperkenankan, baru menelpon. Dan kalau emergency, saya akan menelpon di jadwal break . 

“Saya barusan nelpon.. diangkat.. tapi ya gitu deh… lagi badmood kayaknya.”

“Lah itu… kan…”

But it is emergency!!” teman X, yang tampaknya senior saya *halah kemane ajee :P* memberikan masukan dan semangat.

“Yaps.. just try..” Tiffany pun turut menguatkan.

Harap-harap cemas… saya telfon Prof. C

“Keruangan saya saja, sekarang!” tuut..tuut..tuuut… jawab Prof C, dan segera memutus panggilan dari saya.

“Gile… bener-bener lagi bad mood nih kayaknya….” saya jadi takut untuk berlalu ke ruangan Prof. C. Tapi masalahnya… ini demi SIDANG!!  X turut pergi bersama saya, sekalian meng-clear -kan jadwalnya.

tok..tok..tok… saya mengetuk pintu, tepat di atas tulisan “I LOVE MY ROOM”.

“Ya masuk…” perlahan, saya buka pintu ruangan Prof. C. Aura mukanya benar-benar memijarkan warna hitam, kelam… dan membuat takut siapa saja yang melihatnya. Saya tersenyum, sangat lebar, X memilih untuk berdiri di luar saja. Dia tidak berkata apa-apa, tapi sikapnya sudah menunjukkan segalanya… kalau dia.. TAKUT.

“Prof… mengenai jadwal sidang…”

“Sudah saya jawab via email.” potong Pof. C

“Ho begitu.. soalnya saya tidak menerima email apapun dari prof…”

“Sudah saya jawab via email dan saya bilang kalau saya bisa pada tanggal tersebut, paginya.”

“Ho.. wah terima kasih banyak prof… Kalau jadwal X gimana prof? Katanya prof ada kelas sorenya? Dan nggak apa-apa menguji sidang dua orang dalam sehari?” si Prof mengangguk cepat, dan menuliskan jadwal di kalendernya.

“Ada lagi?” aura muka si Prof masih belum berubah.

“Enggak udah… makasih ya prof… have a nice day” cepat saya tinggalkan di Prof dan senyum lebih lebar dari awal ketemu. Rasanya senang saja sedikit mengerjai di Prof yang lagi bete, tampaknya.. kalau ada kalimat tambahan yang saya lontarkan, si prof akan bangkit dari duduknya dan berkata dengan nada tinggi sambil menunjuk pintu ,”CEPAT PERGI DARI RUANGAN INI!!”

Satu urusan selesai..sekarang muncul masalah lainnya. Tandatangan advisor saya! Yaps… saya butuh tanda tangan beliau untuk berkas perubahan jadwal yang saya ajukan.

“Tiffany… bisa nggak kamu perginya jam 12.40?” kebetulan, saya memang ada janji dengan advisor saya, tapi itu jam 12.30. Tiffany menggeleng… rasa cemas yang tadi hilang kini muncul kembali. Huaaaaaa… jadwal sidang yang sudah digenggaman bisa pupus seketika.

“Plis…” teknik memelas yang sama tidak mempan kali ini. Tidak ada pilihan lain… saya harus memohon kepada Bu Prof tercinta untuk datang lebih awal.

“Saya lagi meeting nih..” oh my… TIDAK!!!

“Okay.. saya coba balik secepatnya, katakan ke Tiffany, jam 11.50 saya akan sampai ke kantor jurusan.”

Detik demi detik berlalu… berkas-berkas baru say print ulang dan isi kembali. Tiffany membantu memisahkan berkas yang lama dengan yang baru. 11.50 sudah berlalu… Bu Prof masih belum datang. Tiffany sudah mulai merapikan mejanya, dan kegembiraan yang sempat mampir berkemas-kemas hendak pergi juga tampaknya. Huuks..huuks..huuks…

“RINA!” ough… saya hafal suara itu! Ya.. sangat hafal…! Saya angkat kepala yang dari tadi terpekur sedih, mengalihkan pandangan ke arah pintu masuk. Profesor saya melambai-lambai dari sana.

I am coming!!!” katanya antusias. Saya tersenyum… ingin menangis rasanya.

Yes you are…” jawab saya sumringah dan tanpa basa-basi menyerahkan dokumen yang harus ditanda-tangani.

Cret..cret.. tidak sampai 2 menit, tuntas sudah! Yes… alhamdulillah… semua benar-benar selesai!!

Akhirnya saya dapat jadwal sidang dan… bisa jalan-jalan dulu selama sebulan ini… xixixi.. MAKSUD LO?😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s