Memahat Cerita

“Kamu pasti akan sedih sekali kalau Rina pulang.”

“Kamu nggak bakal punya tempat curhat lagi kalai Rina sudah tak di Taiwan”

Dua kalimat itu, paling sering saya sengar akhir-akhir ini, jika sedang bersama seorang sahabat saya. Saya senyum-senyum saja di nyatakan memiliki posisi yang begitu berarti itu dalam hidupnya. Ya… semoga saja saya memang seberarti itu.

“Kamu pulang, tidak ada lagi teman dia di sini.” tambah sahabat saya yang lain, seolah-olah si sahabat tersebut memang hanya memiliki saya sebagai satu-satunya teman.

“Enggaklah… masih ada kamu. Kita sudah berteman bertiga, bertahun-tahun.” saya memang GR, tp tidak mau se-GR itu😛

“Tetap saja, kamu tak tergantikan.”

***

Hm… mungkin yang selama ini terlihat… memang saya yang dibutuhkan oleh si sahabat. Mungkin yang selama ini tampak… dia yang selalu bergantung kepada saya. Padahal… saya pun membutuhkan dia… saya pun bergantung padanya🙂 Bahkan saya terlalu sering merepotkannya ^_^

Karena kami sahabat…

Kami teman…

dan terima kasih ya Allah.. atas segala kesempatan ini. Kisah indah yang akan selalu saya ceritakan ke anak cucu saya ^_^

2 thoughts on “Memahat Cerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s