Bali Day #3 Wisata Budaya

Setelah gosong sehari sebelumnya saat wisata pantai, hari ini kami memutuskan wisata budaya yang nggak terlalu melawan panas. Dengan menikmati pemandangan indah dari dalam mobil, perjalanan kami lanjutkan ke Komplek Pura Besakih.

Perjalanan yang cukup jauh dari Kuta ini, diselingi dengan kunjungan ke Galuh, salah satu pusat batik di Bali. Harga barang-barangnya reasonable malah beberapa diantaranya bisa di bilang murah. Aneka jenis souvenir batik bisa ditemukan di sini, mulai dari baju, long dress, tas, bahkan sajadah, sarung dan jilbab. Di sini juga melayani foto dengan baju adat Bali, budget nya 250.000 IDR perorang🙂  Bagi yang cuma mau numpang foto dengan latar rumah Bali, boleh kok jepret-jepret di sini🙂

Image

Setelah mampir di Galuh, kami juga mampir ke Desa Gianjar yang menawarkan banyak olahan perak. Sistem wisata di sini juga sudha mirip di luar negeri geto, yang ada unsur edukasinya. Di beberapa pilihan toko yang dapat kita kunjungi, mereka akan menunjukkan cara pengolahan kerajinan perak. Harga barang-barang di sini di jual pakai dolar Amerika. So.. walau wisatawan domestik cuma di kasih setengah harga… tetap aja bikin kantong bolong😛

Sejenak menikmati keindahan kerajinan perak, sampai juga kami di Komplek Pura Besakih. Biaya masuknya hanya 15.000 rupiah TAAPIII ada peraturan tidak tertulis, kalau kita mesti menggunakan guide lokal. Di awal mereka akan menunjukkan denah Pura yang begitu luas dan menandai beberapa wilayah yang katanya daerah terlarang, bagi kita yang pertama ke sini, mesti rada keder juga n jadi kepikiran, “Make guide lokal kayaknya perlu nih.” Nah.. untuk guide lokal di sini, tidak ada standar harga, jadi pandai-pandai nego aja. Kami bertiga setelah tawar-menawar kena 100.000 IDR. Awalnya mikir gpp.. karena wilayahnya luas. Lagian kami semua pecinta sejarah, jadi akan menarik sekali kalau melihat situs budaya dilengkapi dengan penjelasan detailnya. KENYATAANNYA? Kami cuma di bawa ke Pura Utama, yang tanpa guide seharusnya bisa mutar-mutar lebih banyak lagi dan jugaaa foto-foto lebih banyak lagi😛

Oh iya, di sekitaran pura, banyak wanita-wanita muda dan anak-anak menjual kartu pos. Bahkan ada yang sertamerta datang, memasangkan bunga ke telinga kita dan MAKSA BELI! Karena nggak enak di kerubutin, saya kasih uang ke salah satu di antara mereka, eh.. yang lain ikutan minta. Dua teman saya juga di minta duit nya secara paksa. Weleh..weleh..

Agar tidak di ganggu penjual kartu pos, seorang teman membeli satu set kartu pos, sehingga ketika ada yang nawarin kami tinggal bilang, “Sudah beli.” dan u know the response? “Punya teman saya di beli.. punya saya tidak…” beeeeeeuh. So… dari pada pusing bit ribet.. mending cuekin saja para penjual itu ^_^

Image

Oh Iya… sebelum lupa… di gerbang pura, juga banyak para penjual kain yang akan meminta kita membeli dagangannya, dengan alasan, kalau tidak pakai kain tersebut tidak boleh masuk pura. Pengalaman kami yang tidak pakai… boleh-boleh aja tuh ^_^ But klo ingin merasakan nuansa Bali ya ndak apa-apa.. sekalian memutar perekonomian rakyat :D Untuk makan siang, tidak di sarankan makan di daerah ini, sejauh pemantauan kami, kami tidak menemukan restoran halal di sekitar sini.

Usai dari pura, kami ingin memanjakan mata dengan keindahan Danau Kintamani… dan BENER DAH! Indaaaaaaaaaaaah banget🙂 Di lokasi ini kami menikmati makan siang yang berjejer di sepanjang pinggir danau. Harga yang ditawarkan juga beraneka ragam, tergantung lokasi restoran😛 Nah.. di sini juga banyak para penjual keliling, yang kata sopir kami,”dicuekin aja”. Karena… sekalinya kita nanya-nanya, lalu ndak jadi beli, biasanya mereka akan marah-marah😀 Xixixi… Penjual di sini juga sangat agresif, sekalipun tidak membiarkan mata kita istirahat dan menikmati pemandangan indah. Sewaktu lagi makan, ngelirik dikit ke danau, mereka langsung angkat dagangannya. Beuh.. hohohoho…

Image

Nah.. lanjut sedikit ke atas dari Kintamani kami menunaikan shalat zhuhur di sebuah mesjid. Berasa lagi berada di luar negeri saja, senaaaaaaang rasanya bertemu dengan saudara seiman di daerah yang minim muslimnya ini. Perjalanan pulang… kami melewati daerah Ubud dan perkampungan di Bali yang penuh dengan pura-pura pribadi milik masyarakat.

Hari ini… perjalanannya tidak melelahkan dan… memanjakan mata🙂

3 thoughts on “Bali Day #3 Wisata Budaya

  1. Pingback: Bali – Bukittinggi – Bangka …. « Wet's Here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s