No..no.. no…

 

No… no… no…

Diam ini bukan berarti setuju kawanku.

Tidak!

Diam ini… ah diam ini, untuk saat ini mungkin justru perlawanan terbesar.

Aku sungguh menyayangimu…

dan ada rasa takut kehilanganmu…

Maka… aku memilih untuk bungkam.

Namun kau jangan berbahagia dulu.

Menganggap kemenangan sudah di tangan.

Karena doa-doa… tidak akan pernah henti ku panjatkan!

Dan itu adalah senjata terdahsyat yang kumiliki saat ini.

Kita lihat saja… euforia mu yang akan berjaya…

Atau rintihanku kepada Sang Maha Segalanya?

Karena aku yakin…

di titik kulminasinya nanti,

semua manusia akan kembali kepada fitrahnya!

Jika memang benar… itu yang kau cari selama ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s