Menyikapi Dengan Senyum Terbaik

Allah pasti punya rencana terbaiknya untuk saya, dan tengah menyiapkan kejutan besar yang membuat saya tak bisa berkata apa-apa lagi selain… Allah Kaulah Maha Segalanya…

Baru saja Allah mengajarkan saya untuk mengalah, dan mematuhi keinginan ayah dan bunda. Pedih saat itu, dan saya butuh cukup waktu untuk melepaskannya satu per satu. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, memahami makna terluka. Padahal cukup satu kata iya saja dari mereka, maka bintang-bintang kebahagian akan membanjiri saya. Sayangnya… hanya saya yang akan menikmatinya. Walau mereka saya bagi, mereka tak akan sudi. Jadilah… permata yang sudah ditangan saya buang jauh2.

Kini kisah lain dengan ending yg sama. Saya diterima untuk program short course di Korea, selama dua minggu. TAPI… supervisor tdk memberikan lampu hijau. Sedih banget… walau tidak sesedih yang pertama, tapi tetap saja, saya harus merelakan kesempatan yang sudah di tangan.

Allah… saya percaya Engkau Maha Adil… dan saya juga percaya, Engkau akan menggantinya dengan YANG LEBIH BAIK! I BELIEVE!

2 thoughts on “Menyikapi Dengan Senyum Terbaik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s