My Hijab, My Identity, My Manner

Kak, aku diajarin cara pakai jilbab seperti kakak dong.”

Wow… Diminta tolong seperti ini, bagi saya adalah SESUATU!🙂

***

Jiha… semoga judulnya tidak menyesatkan ^_^ But for me… berjilbab itu, selain sebagai kewajiban bagi seorang muslimah, pelindung dan jatidiri juga sebagai manner.

Hallo maksudnya?

Hohohoho.. sabar..sabar..😉

Hijab and Me

Saya sudah menggunakan jilbab sejak SMP kelas 2, alhamdulillah. Kisahnya singkat dan padat, khasnya saya yang suka mengambil keputusan cepat ^_^ Tidak ada tentangan kala itu, mungkin karena saya tinggal di Ranah Minang yang kental aura Islamnya. Paling hanya sedikit complain dari ibu saya, yang terpaksa keluar duit lagi buat beli baju seragam baru ^_^

Untungnya saya dulu ikut PKS (bukan partai ya.. tapi Patroli Kemanan Sekolah, hihihi) yang mewajibkan baju lengan panjang untuk bertugas, sehingga yang dibutuhkan cuma rok baru. Believe it or not… saya cuma punya sepasang seragam putih-biru sampai tamat sekolah ^_^ Baju seragam putih selalu saya selang-seling dengan baju seragam pendek, yang saya lapisi dengan jaket. Pernah ada guru yang terheran-heran kenapa saya hampir selalu memakai jaket, namun begitu paham keadaannya, beliau jadi pura-pura tidak tahu, hehehe… Alhasil.. masa SMP bisa dilewati tanpa kendala berarti ^_^.

Nah… dulu tidak ada patokan style saya dalam berjilbab, paling lihat teman-teman dan coba gaya sendiri saja. Saya juga bukan tipe orang yang gampang terbawa arus, I have my own style… yang susah dijelaskan, xixixixi. Yeah.. nerd is my middle name😛 Yang pasti, di seantero sekolah, yang  jilbabnya model “itu” cuma saya sendiri😛 Lalu akhirnya ikut aliran “normal”.  Sampai saya tamat kuliah S1, style jilbab saya ya begitu-begitu saja… standar lah ^_^

Image

ayo.. saya yang mana?😀

My Hijab and My Fashion Manner

Berbicara lebih lanjut mengenai fashion dalam jilbab, saya pribadi sudah memiliki kecendrungan fashion sejak SD. Xixixixi… Saya paling tidak suka ketika lebaran datang, dan saya disuguhkan dengan model baju kurung yang itu-itu saja… Berhubung waktu kecil, saya suka oprek-oprek majalah dewasa (bc. ibu-ibu) , bagian yang paling menarik minat saya adalah bagian masak memasak dan rubrik fashion. Suatu ketika, saya memotong model baju disebuah majalah, dan menunjukkannya ke ibu saya, “saya mau model seperti ini.” Teng-tong.. kaget donk ibu saya, anak kelas 5 SD sudah berani-beraninya memutuskan baju pilihannya sendiri😀

Alhasil… walau tidak sesuai dengan foto yang saya potong, baju itu sukses membuat saya terkenal lebaran tahun itu, hehehe. Well.. it is not the main point of course however, it was the fact😛 Sampai-sampai saya “dikucilkan” disekolah ngaji irama* yang saya masuki, karena dikira anak orang kaya**. Jiaaaaaah😛 Al Hasil.. sejak saat itu.. saya tidak pernah lagi minta dibuatkan baju yang aneh-aneh berdesign khusus.

Masalah penampilan juga hal yang suka bikin ribut di rumah. Entahlah… ibu particularly nenek saya suka sekali mengatur-ngatur untuk memakai baju ini dan itunya. Daripada repot dan terus menerus menghadapi komentar mereka, saya memutuskan untuk mengikuti saja inginnya mereka seperti apa dan bagaimana. FYI… sejak saat itu.. saya tidak pernah membeli baju saya sendiri! Kalau bukan ibu ya nenek yang membelikan baju, lengkap dengan mix and match jilbabnya. Saya tinggal pakai saja.

Hingga kesempatan itu datang… ketika akhirnya saya terdampar di sebuah pulau mungil nan cantik…. Keterbatasan menjadikan saya “bebas”🙂

Berawal dari terbatasnya persediaan jilbab… dan di Taiwan memang tidak ada dijual jilbab. Ada sih di beberapa Toko Indonesia, but its not so me banget lah. Dan dorongan seorang muslim lokal dengan proyek “Make Over for Leena*** Special Eid” saya serasa mulai menemukan jatidiri saya kembali. Uhuy…

Image

proyek uji coba perdana.. bu cuo la…🙂

Mulailah saya bereksperimen dan tampil dengan dandanan yang saya SUKA. Ditambah lagi dengan kehadiran Mphy beberapa waktu kemudian… jadi makin menggila deeeeeeeh🙂

Lalu Hubungannya dengan Manner??

Oh iya.. belum di jelasin ya.. hihihi…

Jadi begini, bagi orang Taiwan tampil cantik**** itu bagian dari manner, tentunya juga untuk events tertentu. Seperti pernikahan, meeting, gala dinner dan sebagainya. Nah.. waktu itu saya hadir kepernikahan teman, dan memutuskan untuk tidak tampil “biasa”, banyak sekali compliments yang saya terima. Pun di events lainnya, mereka secara harfiah yang menyampaikan “respect” mereka dengan pilihan baju dan model busana plus variasi hijab yang saya gunakan, hingga saya sampai pada sebuah kesimpulan…. “Fashion juga bisa digunakan sebagai media dakwah. Karena yang penting dalam dakwah itu, orang bisa ‘menerima’ kita… and merasa nyaman dengan kita”. Gitu nggak sih? It is my conclusion sih…

Dan compliement yang berdatangan tidak hanya dari orang-orang Taiwan saja, tapi juga teman-teman negara lain. So.. waktu itu… Islam yang terkenal kaku (bagi beberapa orang asing) bisa disiasati dengan penampilan kita yang tidak kaku.. that’s my though, very welcome with your own😉

Dan senang sekali.. pesan dakwah itu bisa tersampaikan kepada salah seorang teman saya (as I quoted earlier). Beliau seorang yang fashionable, dan sedang ingin belajar berjilbab. Diantara kami, ada 4 orang yang berjilbab dan saya tersanjung ketika dia memilih untuk berguru kepada saya. Padahal  ada loh master fashion diantara 3 lainnya.

“Simple”, its the reason for her to choose my style. And I want to share this simple spirit to more people… just wait our (me&mphy) Hijab&Manner blog😉. KOK UJUNG-UJUNGNYA MALAH PROMOSIYA??? :p

***

Note :

*ngaji irama : sekarang mungkin seperti kelas tahsin gitu yey.. tapi di sini tidak hanya diajarkan tajwid yang baik dan benar, namun juga membaca al Quran dengan nada/irama nan indah dan syahdu🙂

** steorotype anak orang kaya waktu itu sombong dan ekslusif, sinetron banget dah.

*** Berhubung orang sono susah sebut RRR nama saya diganti jadi Leena

**** Cantik disini dalam artian dandan (mau menor atau enggak) dan menggunakan baju yang bagus (bukan berarti mahal)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s