A Feeling

Image

“X, kayaknya habis Idul Fitri tahun ini aku nikah deh”, ujarku dalam sebuah percakapan dengan seorang teman di whatsapp.

“Heh? Kamu udah punya calon.”

“Belum.”

“Lah terus?”

Feeling-ku aja bilang begitu, hehehe.”

“Biasanya feeling wanita itu kuat loh. Aku turut mendoakan.”

***

Hehehe… ya, itulah percakapan yang terjadi beberapa hari yang lalu. Yang membuat saya tiap malam kepikiran… lebaran kan bentar lagi… puasa aja dah tinggal 3 bulan lagi. Hihihi… Ibarat film, saya harus berjuang nih… 100 hari mencari cinta. Ta elaaah😛

Tapi feeling itu muncul setelah percakapan telpon dengan Nenek saya, dan begitu kuat… Waktu itu, nenek bercerita, kalau rumah kami di kampung sana sedang direnovasi. Jadi, kalau saya ada sedikit rejeki, bolehlah dikirimkan pulang😛

Dengan semangat Nenek bercerita tentang ide renovasinya. Btw, Nenek saya paling jago masalah ini memang. Rumah kami yang sekarang beliau yang design. Setiap jalan-jalan pagi bersama beliau, dia selalu cerita tentang idenya, kalau lihat rumah yang bagus.

“Amak nio paganya mode iko ha (Amak mau pagarnya model ini)”, ketika kami melewati sebuah rumah design minimalis.

“Cat dindiangnyo rancak mode ko ha (Cat dindingnya bagus kek gini)”, saat berpapasan dengan rumah lainnya.

Pokoknya ide Nenek saya selalu banyak dan up to date🙂 Kami sering pergi toko-toko furniture buat lihat-lihat koleksi terbaru dan memilih-milih mana yang bagus buat isi rumah mungil kami. Walau itu… cuma sebatas window shopping saja, guang-guang jie kata orang Cina😛

Lanjut ke cerita renovasi, saya pesan ke Nenek, sediakan space untuk buku-buku saya yang menumpuk di kamar. Dari dulu, saya memang bercita-cita punya perpustakaan pribadi, walau mungil. Lalu Nenek berlanjut bercerita dengan detail, mulai dari posisi 2 kamar baru, posisi tangga dan sebuah “pintu ajaib”.

“Kamar di tambah, jadi kalau Mamak ka pulang ado kamar (Kamar di tambah, jadi kalau Paman dari pihak ibu pulang ada kamar)”. Well tidak ada yang mencurigakan sampai di sini.

“Di belakang ruang tamu ado pintu khusus ka dapua. Jadi kalau baralek beko lah aman. (Di belakang ruang tamu ada pintu khusus ke dapur. Jadi kalau ada acara walimahan sudah ‘aman’.) Heh, sejenak saya tertegun di sini. Nenek melanjutkan ceritanya dan semuanya terkait dengan jika seandainya nanti ada walimahan.

“Sebelum lebaran semua sudah selesai, insyaAllah.” lanjut Nenek saya mantab. Teg… tiba-tiba saja pikiran konyol itu datang, “Berarti walimahannya habis lebaran tahun ini donk Nek?”, hihihi. Entahlah… Nenek pernah bilang memang, kalau rumah kami belum “sempurna” dia nggak tenang ada acara walimahan di rumah kami. Semoga saja, setelah semua tuntas sesuai dengan yang diinginkan Nenek, jalan menuju kesana dimudahkan Allah *ngarep*. Hehehe… Who knows? Saya termasuk orang yang percaya dengan keajaiban🙂 Lagian masih ada tiga bulan lagi…. Jangan menyerah!😉

4 thoughts on “A Feeling

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s