Eight Weeks Already…

14 November 2013 kabar bahagia itu sampai dengan pasti melalui bukti-bukti otentiknya yang tidak dapat dipungkiri lagi.#lebay😛 Selama ini hanya prasangka dan perkiraan saja… namun kini semua sudah benar dan pasti adanya.

Berawal pada bulan Oktober, saya datang bulan telat 3 hari. Deg-deg-deg-an dan penuh harap kala itu…semoga saya hamil. Tapi ternyata tidak si aliran merah mengucur pada hari ke-empat berupa flek-flek saja. Masih berharap itu hanya “implantation bleeding”, tapi ternyata tidak. Itu murni menstruasi karena 3 hari berikutnya darah kotor mengalir dengan derasnya. Belum rejeki…🙂

Image

Akhir Oktober 2013, saya bersama suami melanglang buana ke Taiwan untuk menghadiri sebuah seminar dan ambil data penelitian. Saya merasa ada yang aneh dengan tubuh saya…. Badan hanya terasa begitu sering lelah dan saya tidak se-fit yang biasanya. Ada feeling mungkin saya hamil, tapi…saya tidak berani untuk TP.😀

Awal November, saya bersama suami dan keluarga besar menghadiri pernikahan saudara ke Kudus dan dilanjutkan ke Semarang. Semua keluarga mengkritisi bobot saya yang semakin meningkat saja ditambah muka yang semakin sembab. Ibu saya sampai komentar (ini juga karena busana yang saya pakai),”kayak orang hamil saja.” Ho-ho-ho… segera saya AMIN-kan pernyataan Mama kala itu. Sama seperti di Taiwan, saya merasa begitu cepat lelah dan badan tidak fit. Untungnya suami selalu siap sedia memberikan servis pijatan terbaiknya #hasyek.

Hingga periode haid saya datang, deg-deg-deg-an… tidak telat seperti bulan kemarin, kali ini tepat waktu. Huks sedih… namun berlangsung satu hari saja dan itu juga berupa bercak kecoklatan. Bisik-bisik denga suami, “semoga implantation bleeding yaaa….”. Hohoho… Seminggu berlalu dan haid tak kunjung datang…. namun saya masih belum berani untuk TP. Saat suami menanyakan ke ibu mertua sarannya simple sekali, “tunggu aja bulan depan. Kalau nggak datang juga bulan depan berarti iya…positif.” What a suggestion🙂

Kali ini perubahan tidak hanya pada fisik saja, namun juga mood swing yang yang membuat saya bertanya-tanya,”what happen with me?”. Dan tentu saja…korbannya adalah suami😛 Mudah sensi…dikit-dikit nangis and susah berhentinya… not so me banget lah.

Akhir bulan November saya ada penelitian ke wilayah pedesaan di Indramayu. Butuh fisik yang kuat. Antisipasi terjadi apa-apa, sepulang dari kampus saya beranikan membeli TP. Its my first time, wkwkwk… sensitif merknya😛 Keesokan paginya saya coba dan teet… 1-3 menit menjelang ada dua garis merah. Heh… positif kah? Tapi saya masih belum mau terlalu berharap….hingga minggu depannya saya memeriksakan diri ke dokter. Ini juga masih ogah-ogahan sebenarnya (baca takut kecewa), karena saya tidak ada mual-mual seperti kebanyakan ibu hamil lainnya atau yang biasa saya lihat di TV *oh plisss*. Tapi karena suami sudah izin setengah hari untuk mengantarkan…akhirnya pergi juga kami memeriksakan diri.

Dokter kami jatuh pada Dokter Kartika si RSAB Harapan Kita (dokter yang sempat heboh beberapa waktu lalu di blog karena cerita pengalamannya dalam menangani pasien agar tidak menjadi korban seperti dokter Ayu). Pilihan saya jatuh kepada beliau alasannya sederhana saja:

a. Dia perempuan dan alhamdulillah berjilbab

b. Pro normal, IMD, ASI dan RUM

c. Budget melahirkan terjangkau😛

d. Komunikatif dan asyik (kayaknyaaa :P)

Setelah setengah hari menanti…tanpa ditemani suami yang harus balik kerja lagi T,T saya masuk keruangan USG. Pikiran saya mendadak melayang kebeberapa tahun yang lalu, menemani teman regular check up ke RS Ibu dan Anak di Chungli. Sekarang perut saya yang akan ditekan-tekan untuk mengintip ke dalam rahim sana. Deg… usg nya ternyata menggunakan V*gin*l USG, tidddaaakkk…. rasanya lumayan perih-perih gimana gitu. Namun mendadak hilang melihat sesosok kantung seperti alien di layar sana.

“Alhamdulillah… semua normal ya Bunda. Posisi janin di dalam rahim, tidak ada kista, tidak ada miom. Kita tunggu dan lihat perkembangannya sebulan ke depan ya…”

Heh… beneran? Can’t believe it… there is a very thiny living thing growing inside my tummy.

Sempat tanya ini-itu ke Bu Dokternya, mengingat saya akan riset ke pedalaman. Alhamdulillah, kata dokter insyaAllah kandungannya kuat dan cukup diberi vitamin saja, untuk bantu asupan nutrisi. Untuk jaga-jaga kalau saya makannya kurang teratur atau kurang sering karena kegiatan penelitian tersebut.

Anggota Tim saya yang semuanya bapak-bapak jadi rekan siaga semuanya. Pekerjaan administrasi yang biasanya dipercayakan seutuhnya kepada saya kini dibagi-bagi #hasyeek. Bahkan semua tetek-bengek lapangan Pak Bos yang ngurusin buat saya. Saya tinggal handle pelaksanaan dilapangan. #alhamdulillah.

Selama penelitian saya cukup was-was juga. Karena saya tidak mual-mual, sesekali sih ada. Yang ekstrim sampai muntah hanya beberapa kali. Karena katanya, mual-mual justru bagus untuk perlindungan debay. Tidak ada masalah berarti, kecuali masalah makanan. Debay cuma mau makan masakan Padang euyyy… hihihi. terutama gulai ikan😛

Sekembalinya dari Indramayu, baru dah real situation is coming. Biasanya saya hanya mengalami perut tegang (kram?), tapi kata dokternya itu biasa, karena rahim sedang berkembang. Berbahaya kalau yang dirasakan mules-mules dan ada flek darah. Dan ketegangan perut ini berlangsung selama hampir 24 jam! Huhuhu… Dan kini disertai mual-mual dan muntah-muntah. Semua yang masuk segera dikeluarkan, apalagi jika kena yang dingin-dingin (AC/Kipas Angin/Mandi air dingin).

Tengah malam perut semakin sering tegang dan membuat susah tidur. Awalnya kalau dielus-elus sudah bisa tenang, tapi akhir-akhir ini tidak. Dan saya baru paham penyebabnya…itu karena saya kelaparan! Heuheu… Karena hari ini -sembari menulis blog ini-, saya seperti biasa, kebangun dalam kondisi perut tidak nyaman. Reflek aja saya ambil nasi panas dan lauk n makan… alhamdulillah…. aman-nyaman tidak ada lagi ketegangan, heuheuheu *baru tauuu*.

Pernah baca sih, bumil harus sering makan, setiap 3 jam. Disalah satu pregnancy tracker yang saya download disarankan untuk menyediakan cemilan di dekat tempat tidur, yang dimakan sebelum tidur dan ketika terbangun karena lapar. Woalaah… hihihi… duw… bakal semelar apa nih badan nanti?😀😀😀 suami udah senyum-senyum aja ngebayangin dan siap-siap melebarkan pintu jika dibutuhkan #jleeb😛

Dan baru ngeh… selama hamil pengennya makan makanan yang disukai and biasanya ada dikampung halaman #hiks. Mungkin karena selera makan yang acak-adut ya… jadinya yang terbayang itu makanan yang sering dikonsumsi dan digemari karena sudah bisa membayangkan level enaknya. Wedew…. suami saya aja mpe terkekeh-kekeh, karena saya dikit-dikit yang dibahas makanan, dikit-dikit yang dibilang mau makan ini… mau makan itu… beuh🙂 Dan dia harus menahan diri, agar tidak ikut-ikutan makan😛

Perubahan lainnya… bawaannya jadi males ngapa-ngapain, kekeke. Sukkaaa banget tidur😛 Tapi harus segera dirubah kebiasaan ini. Selain enggak produktif, bikin badan makin pegel and perutnya makin sering “tidak nyaman” (kaga tau bagaimana cara mendeskripsikannya). Kadang kalau rasa nyamannya tidak berhenti-henti seharian-pagi-siang-sore-malam, suami saya cubit. Alasannya? berbagi rasa tidak nyaman😛 Haghaghag…

Semoga debay baik-baik saja… hingga masanya nonggol ke dunia ini.

Doanya ya temans😉

2 thoughts on “Eight Weeks Already…

  1. Alhamdulillah akhirnyaAaaaaa Allah mengabulkan doanya ya mbak… Dan malam ini aq jg dlm keadaan kontraksi hebat mau lahiran yg masih jalan jalan. Semoga lancar sampai lahiran nanti y mbakkk kiss kisss hug

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s