Inilah Hamil : Catatan Trimester Pertama

Naifnya saya, anggapan saya mengenai kehamilan hanyalah sedang tumbuh dan berkembangnya sebuah kehidupan di rahim wanita, selama kurun waktu 9 bulan. Perubahan pasti ada… bahkan saya sudah membekali diri dengan banyak-banyak baca, bahwa akan ada sebuah perubahan yang sangat kompleks dalam diri seorang wanita. Tidak salah… Rasul ketika menghibur Fatimah menyampaikan bahwa ada 1000 kebaikan bagi seorang wanita yang sedang hamil setiap harinya dan dihapuskan 1000 keburukan setiap harinya. Ketika dia sudah melahirkan, dirinya seperti bayi yang dilahirkannya… tanpa dosa.

Bayangkan, begitu besar ganjaran yang diberikan Allah bagi wanita yang tengah mengandung. Bahkan melahirkan seorang bayi mungil ke dunia adalah sebuah jihad bagi wanita. Jihad! Ya… jihad… sebuah perjuangan…. yang diakumulasi dari sejak sembilan bulan sebelumnya. Harusnya saya mengerti, bahwa ini memang tidak mudah.

Tapi… ketika kita melihat wanita hamil di luar sana… yang kita lihat adalah senyuman kebahagiaan. Tidak ada keluh… tidak ada hal yang menunjukkan, bahwa mereka sedang membawa beban yang bergitu berat… Makanya saya juga beranggapan… hamil “hanya” sekedar orang yang berbadan dua dan dia harus lebih berhati-hati dalam aktivitasnya karena adanya si debay di dalam sana.

Faktanya? Tidak >,<…. Hamil tidak seindah yang saya bayangkan, apalagi di trimester pertama. Yang saya alami sebenarnya tidak seberapa. Awal-awal kehamilan saya tidak mengalami mual-mual dan muntah-muntah yang luar biasa, while many other women did. Sebelum tahu kalau saya berbadan dua, saya bahkan bisa beraktifitas seperti biasa. Banyak wanita yang kesulitan untuk makan, setiap yang dimakan dikeluarkan dan patah selera. Saya alhamdulillah…. tidak ada masalah makanan. Semua makanan bisa lewat, tapi dipilih berdasarkan selera saat itu. Ada juga yang keluar, tapi tidak semua yang saya makan. Paling setengahnya lah, heuheuheu… Tapi tetep aja ini bikin leemeeesss…

Masalah baru saya rasakan seminggu terakhir ini, tubuh terus-terusan merasa lemah dan maleeeessssss mau ngapa-ngapain. Diberbagai sumber yang saya baca, hal itu tejadi karena perubahan hormon yang aktif bekerja dan metabolisme tubuh yang terbus beraktivitas selama 24 jam. Wajar bumil suka letih dannn laper😛 Biasanya, setiap lapar melanda, disupport dengan buah atau biskut atau roti biasanya saya sudah segar kembali. Namun kali ini tidak… lemesnya berkelanjutan, huhuhuhu…

Di sarankan untuk berolahraga, tapi belum ada hasil maksimal juga… Habis olahraga bawaannya malah pengen bobok, hehehehe😛

Dan sekarang adalah bulan Desember, yang artinya bulan deadline!!! Beragam report menunggu, saya malah masih berjuang melawan rasa malas. Bahkan ketika sudah duduk manis di depan laptop, ide-ide tidak ada yang bermunculan. Rasa lemes yang berimplikasi malas ini sungguh…sungguh…sungguh… killing my productivity.

Beberapa kali elus-elus debay di peyut, ngajakin kerja bareng, tapi belum maksimal usahanya. Harus cari solusi lain, agar bisa melawan rasa malas. ciat-ciat…

Ada saran dan masukan bunda?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s