Apalah Arti 50ribu rupiah?

Tidak ada sedikitpun maksud meremahkan uang, tapi pertanyaan ini merasuki pikiran saya sejak siang tadi.

Alkisah, pintu rumah saya tidak bisa dibuka. Sebelumnya memang agak seret. Pintunya seperti memuai. Anehnya…saat ini sedang musim hujan… bukan musim panas, dimana peristiwa pemuaian biasanya terjadi pada masa tersebut. Hingga puncaknya, ketika saya membuka pintu, menariknya dengan sekuat tenaga….dan tak.. gagangnya patah😀 Satu-satunya cara yaaa… lewat jendela T.T

Segera saja ke rumah anak pemilik kontrakan yang ada disebelah dan dijanjikan, esok hari akan didatangkan tukang untuk memperbaiki. Dua hari berlalu, tukang yang dijanjikan tidak jua datang. Saya jadi tidak bisa kemana-mana, karena rumah dlm keadaan tidak terkunci -jendela juga bermasalah red-. Saya datangi lagi rumah sebelah, dan ternyata ada masalah siapa yang bayar. Haiyah…. si mbak menjelaskan, itu harusnya tanggung jawab yang ngontrak. Tapi untuk kali ini, dia bersedia bayar setengah-setengah dengan saya.

Haiyaah… its all about the money toh? Ya harap maklum mbak, saya selama ini jadi anak kosan, tiap ada kerusakan saya tinggal lapor, tidak ditagih apa-apa, taraaa masalah selesai. Saya jelaskan ke si mbak, masalah bayar tidak masalah bagi saya, yang penting urusan pintu segera selesai. Banyak urusan saya terbengkalai gara-gara masalah pintu ini.

Hingga akhirnya, hari ini datanglah si bapak tukang, memperbaiki pintu dan jendela saya pluuussss pintu rumah sebelah yang juga rusak pintunya.

“Bayarnya berapa mbak?”, tanya saya, detik-detik si bapak tukang pulang.

“Kan kita bayar setengah2 ya mbak… gagang 50, upah 50, mbak langsung aja kasih ke sibapaknya 100.”

“Kok seratus mbak?”

“Iya… kan kita bayarnya setengah2.”

Saya tanyakan ke si bapak, berapa harga gagang pintu saya, beliau jawab 50rb. Gagang tersebut produk murahan, yang dibuat dari besi cor. Saya berikan uang 100rb ke si bapak, dengan asumsi, untuk dua pengerjaan, punya saya dan rumah sebelah. Asumsi saya lagi… saya talangin aja dulu.

Selesai semua prosesi, saya hubungi lagi si mbak membicarakan masalah sisa duit 50rb. Si mbaknya ngotot, saya harus bayar 100 ribu, 50 ribu untuk gagang, 50 ribu untuk tukang. Lah… sudah jelas2 harga gagang cuma 50 ribu? Piye toh mbak…

Ada kekhawatiran dari saya, demi hanya 50 ribu, si mbak berbohong, maka saya ulang lagi pernyataan saya, “Mbak, saya tidak apa-apa kalau harus bayar semua biaya perbaikannya.” Tapi si mbak mungkin sudah kehilangan muka, dan bilang bahwa kami bayar setengah-setengah. Dan total saya 100 ribu tadi.

Saya tinggalkan si mbak dengan seplastik kue yang seharusnya untuk si bapak tukang. Terserah anda mbak… saya hanya kasihan, hanya karena 50 ribu, anda lebih rela berbuat dosa. Dan sampai sekarang saya masih kepikiran, how come???🙂

Jakarta oh Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s