Emak Galau

Hah, tidak disangka, saya akirnya sampai di titik ini juga, sebuah keadaan yang memaksa saya untuk mengambil keputusan besar, bekerja atau tidak. huhuhu…

Kalau suda keingat ini, malam-malam jadi tidak bisa tidur, seperti sekarang. Jadi aja ditulis di sini, barangkali bisa sedikit meredakan beban pikiran, hehehe.

Saya secara pribadi pengennya di rumah saja, walau saya akui kadang suka boseeen di rumah. Sudah buat jadwal aktivitas bersama Najmi tapi tetap saja mencuci-memasak-bersih2 adalah pekerjaan yang membosankan! Udah gitu bikin capek dan esmosi lagi. Esmosi? Iyaaa… karena tuh kerjaan nggak ada habis-habisnya. Aarrggghhh pusing pala berbii…. huhuhuhu

Kalau sedang di puncak kebosanan dan rasa letih, pikiran itu pasti menyulusup… kerja aja apa yah? Kalau kerja punya duit buat bayar orang untuk mengerjakan pekerjaan yang membosankan itu, nggak sutres lagi kalau Najmi berantakin rumah, nggak rush-in-hour di detik2 suami mau pulang karena harus membuat Najmi dan rumah kinclong. Punya duit sendiri buat nyalon, beli buku dan barang-barang yang diinginkan. Slurup… tampak menggiurkan. Tapi…. setiap melihat wajah imut Najmi… emang gw tega meninggalkannya seharian? Cuma bisa peluk-peluk and cium-cium pagi dan malam hari?

Kenapa tidak? Banyak ibu yang melakukannya.. dan semua baik-baik saja. Mereka tidak berubah menjadi ibu yang buruk dan tetap punya ending yang bagus dengan anaknya. Toh…. selama di rumah waktu saya juga banyak habis untuk mengerjakan pekerjaan rumah dan Najmi sibuk main sendirian. Huhuhuhu…

Saya juga sebenarnya sudah mulai bisnis kecil-kecilan, but you know… terkadang saya orangnya tidak sabaran. Ngapain sih ngurus printilan kek gini kalau gw kerja gw bisa dapat penghasilan yang lebih besar? Yaa… terkadang pikiran itu muncul disaat dagangan nggak laku, hihihi. Kesannya eike matre banget ya😛

Di saat melihat teman-teman sudah sukses dengan karirnya, saya tiba-tiba merasa lost in translation gituu… I just been here, at home with belel daster dan bau keringat ketika sore karena habis olahraga masak and bersih2 rumah plus ngurusin tuh bocah. Sikuls yang yaaah as I mentioned earlier MEMBOSANKAN!

Ada surga balasannya Yuher… begitu malaikat baik membisikkan. Iya sih… taapiii…..  Saya juga udah banyak ikut kelas parenting ini, grup parenting itu, baca buku parenting ini yang rata2 isinya ibu RT seperti saya.. tapi ya gitu… It does not solve my problem yet.

Tapi… saya juga belum siap jika harus menitipkan Najmi ke daycare. Setiap saya sounding masalah ini, dia memilih untuk tidak mendengarkan, hiiks. Sempat beberapa hari tidurnya gelisah setelah saya sounding kalau habis lebaran saya akan kerja, dia akan sekolah di daycare, pagi di antar, sore di jemput…. Saya sampai ke bawa mimpi dan Najmi sepertinya juga, dan mimpi kita kayaknya conncect, gitu. Ketika saya meninggalkan Najmi di daycare (dalam mimpi ceritanya), dia nangis kejer gitu dan saya kebangun karena Najmi di sebelah saya nangis kejer seperti di mimpi itu… Nangisnya pilu banget… dan matanya masih terpejam waktu nangis itu. So I assumed, she had a nightmare. huhuhuhu….

Ah.. entahlah.. entah apa keputusan terbaik untuk ini semua. Biarlah Allah yang membantu memutuskan… Sejauh ini kehidupan perekonomian kami dengan gaji suami sudah cukup, tapi sekedar cukup saja. We need more than enough to prepare a better future for us and our children. Dan apakah… dengan saya harus turut menjadi the bread winner? Saya juga tidak mau menyesal di masa depan, untuk something so called money saya kehilangan banyak moment bersama Najmi dan adik-adiknya. Hiiikkkkssss…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s