Melejitkan Kemampuan Berbahasa Bayi 18-24 Bulan

Alhamdulillah, 16 Desember 2015 yang lalu Najmi tepat berusia 18 bulan. Usia yang saya tunggu-tunggu, karena pada usia ini anak mulai cerewet, mulai muncul kemampuan berbahasanya.

Sejak usia 3 bulan bayi biasanya sudah mulai ber-bubling ria dan terus berkembang hingga puncaknya usia 18-24 bulan bayi sudah bisa berkomunikasi dengan bahasa yang sederhana (2 kata).

Najmi sejauh ini sudah bisa mengekspresikan perasaan dan keinginannya, walau mayoritas masih menggunakan bahasa isyarat. Tunjuk sana tunjuk sini dengan sedikit bantuan kata. Misalkan tunjuk piring kosong dengan kata “gi..gi…”, artinya lagi. Sedikit histeris dan berkata “gi..gi…”, maksudnya mengusir kucing pergi, hehehe. Kalau ditanya mau ini atau tidak dia akan angguk-angguk kepala sambil bilang “mau.. mau.. ” atau “ya..ya…”. Kalau nggak mau akan teriak kenceng bilang “ngaaak”, aiishh… biasa aja napa dek😛 Sudah mengerti perintah-perintah sederhana.

Najmi sepertinya tipe anak yang yang suka menginternalisasi kata-kata yang dia pelajari. Jadi… setiap kata yang kita ucapkan, dia akan mendengarkan baik-baik dan mencoba menangkap makna nya. Dia tidak terlalu lihai untuk mengulang, namun dia paham. Kayaknya dia ala-ala mesin diesel seperti saya😀 Panasnya agak lama, giliran udah panas, wuuuiiiihhh…. lihat aja😛

Nah… apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa bayi seusia Najmi? Berikut hasil contekan saya dari http://www.parents.com

a. Bacakan buku untuk anak

Baca..baca… dan baca terus… semakin banyak orang tua membaca untuk anak, semakin banyak kata yang dipelajarinya. Najmi rutin saya bacakan buku sejak dia baru lahir. Maklum, Najmi punya riwayat jaudience tinggi, yang salah satu akibatnya bisa kehilangan pendengaran. Sebagai emak-emak parno, saya selalu membcakan buku or al quran untuk Najmi setiap harinya. Alhamdulillah.. she is fine🙂 Dan sekarang suka banget sama buku🙂

b. Semangati anak untuk menceritakan sebuah cerita

Biarkan anak membalik buku yang sedang dibaca, dan mereka akan menceritakan cerita yang sederhana. Mungkin saja hanya dengan berkata “moo…” saat melihat sapi, “kkrr….krrr….” saat melihat ayam (ini Najmi banget :p). Hal sederhana ini akan menjadi langkah awal untuk berkembang pesatnya kemampuan berbahasa anak

c. Kembangkan percakapan cerdas!

Berbicara dengan anak-anak seolah-olah mereka orang yang paham dan cerdas (indeed they are). Tanya pendapatnya apakah suka atau tidak, dan ulangi apa responnya. Jika anak menjawab dengan gestur, coba bahasakan gestur tersebut.

d. Gunakan bahasa yang lengkap, baik dan benar

Banyak orang tua yang ikut-ikutan bahasa anak-anak yang terkadang cadel. Iya sih terdengar lucu dan menggemaskan, namun jika ortu ikut-ikutan seperti anak-anak maka bahasa anak tidak akan berkembang dengan baik.

e. Latihan menggunakan telpon

Bayi akan meniru apa yang orang tua lakukan. Biasanya bayi sering melihat orang tua bercakap-cakap di telpon. Lakukan role play yang sama, ini akan memacu bayi untuk berbicara. Bayi bisa menirukan ,”halo..”, “bye-bye…”.

f. Bernyanyi bersama anak

Anak akan sangat excited begitu menyadari mereka bisa beberapa kata. Ini akan memacu mereka untuk berkata-kata lebih banyak lagi.

g. Banyak bermain bersama anak

Bermain bersama anak otomatis akan memacu kemampuan berbahasa anak, karena akan ada interaksi dan komunikasi ortu dan anak, perintah kerja dan sebagainya.

Hm… demikian yah ringkasannya. Semogra bermanfaat bagi saya dan yang terjebak ditulisan ini🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s