Langkah Pertama Najmi

img1456281767897.jpg

Hari ini, tepat Najmi berusia 20 bulan 3 hari. Hal yang tak terduga dan ditunggu-tunggu selama ini terjadi begitu saja. Ya… Najmi berjalan –sendiri dan lama– untuk pertamakalinya… Ya Allah… semua rasa bercampur aduk menjadi satu. Ada bahagia… ada haru… ada syukur…
Bagi sebagian orang, mungkin ini milestones yang telat… tapi bagi kami ini adalah pencapaian yang LUAR BIASA!! Sebagai bayi yang memiliki riwayat hiperbiliribun tinggi… apa yang dicapai Najmi saat ini adalah keajaiban bagi kami… Setiap hari adalah hari yang mendebarkan, menanti perkembangannya dan prestasinya mencapai satu demi satu milestone yang harus sudah dicapai bayi seusianya… Bagi mommies di luar sana, yang memiliki bayi dengan riwayat hiperbilirubin… jangan patah semangat ya… Terus berdoa… terus berusaha… Berikut sekelumit riwayat perjuangan saya bersama Najmi.

1 Bulan
Usia 7 hari (3 hari setelah pulang ke rumah), Najmi cek kesehatan. Awalnya saya sempat untuk tidak cek-up ke RS karena pada hari itu kami harus pindahan dari Slipi ke Depok. Namun Allah melangkahkan kaki saya untuk cek-up ke RS. Saat itu Najmi memang sudah tampak kuning, namun kami (saya dan ibu) mikirnya itu kuning biasa, karena wajar bagi bayi baru lahir kuning. Tapi setelah di cek ke lab… subhanallah…. Bilirubin Najmi berada di angka 31, angka yang sangat membahayakan sekali. (normalnya 9-12). Najmi harus di rawat di RS saat itu juga. Tubuh mungil itu disinari 4 lampu, jumlah terbanyak yang pernah ditangani di RS tempat Najmi di rawat.

Biasanya hanya memakai 1 atau 2 lampu saja.
Apa yang terjadi dengan Najmi? ABO incompatibility, golongan darah yang berbeda antara anak dengan ibu. (ibu bergolongan darah O dan anak bergolongan darah A atau B). Yang terjadi di sini, darah ibu lebih kuat daripada anak, yang menyebabkan sel darah merah anak pecah terus menerus . Ditambah fungsi hati yang belum maksimal, menjadikan imunitas anak menurun dan akhir kadar bilirubinnya meningkat dengan cepat. Bagi mommies bergolongan darah O dan suami A atau B, ada baiknya sejak hamil dikomunikasikan dengan dokternya. Setelah melahirkan juga jangan buru-buru langsung pulang, extend saja 2-3 hari untuk memantau kondisi bayi.
Semalaman Najmi di sinar, memasuki hari ke dua pihak RS menginformasikan Najmi harus tukar darah (di tranfusikan darah O agar sesuai dengan darah ibunya), karena bilirubinnya tidak turun-turun. Malam itu juga kami bersegera ke PMI, dari 2 kantong darah O titer rendah yang kami butuhkan, cuma ada 1 stok nya di RS. Itu pun sudah berusia 2 hari, dimana untuk bayi disarankan yang masih segar. Kami disarankan untuk mendatangkan donor sebanyak-banyaknya, karena golongan darah O titer rendah sangatlah langka. Dari 10 donor, belum tentu ada 1 orang yang bergolongan darah O titer rendah. Dan pertolongan dari Allah itu ada saja… satu per satu kenalan bahkan orang-orang yang tidak dikenal datang mendonorkan darahnya. Ada satu keluarga yang datang dengan membopong keluarganya sebanyak satu mobil untuk mendonorkan darah. Teman-teman yang bela-bela-in ke PMI pusat untuk mendonorkan darah. Teman-teman yang punya relasi menghubungi rekannya yang ketua PMI… ada banyak pertolongan… tak terhitung. Setelah melewati drama panjang (ceritanya saya keukeuh mau tidur di PMI aja, kekekeke), Alhamdulillah… keesokan paginya kami dapat membopong 2 kantong darah yang dibutuhkan Najmi… Ya Allah…. Dan Alhamdulillah, setelah tukar darah, birirubin Najmi turun drastic menjadi 17 dan kemudian 13 lalu 10… Setelah dirawat selama 1 minggu, Najmi akhirnya boleh pulang.

Namun… semua belum berakhir di sana. 3 hari setelah keluar dari RS, Najmi harus cek-up kebagian neurologi. Di sini dokter menyampaikan kemungkinan buruk apa saja yang mungkin terjadi pada bayi dengan riwayat sakit seperti Najmi. Tuli, Buta dan cacat otak, itu adalah kemungkinan terburuk yang dapat menimpa bayi beriwayat hiperbilirubin. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan seorang ibu mendengar semua kemungkinan buruk itu? Ya… walau itu belum tentu terjadi, tapi membayangkannya saja… bisa membuat para ibu malas makan dan pengen nangis-nangis mulu. Cek hari itu menunjukkan Najmi baik-baik saja, namun ada sedikit masalah dengan pendengarannya. Tapi bisa saja itu karena akurasi alat yang tidak maksimal. Perlu cek ulang saat Najmi berusia 6 bulan. Sejak saat itu, setiap hari… kami bacakan Al-Quran di telinga Najmi yang “refer” tersebut, dengan harapan keajaibannya mampu menggugah sel-sel pendengaran Najmi.

3 Bulan
Milestone penting bagi bayi usia ini adalah kemampuan untuk tengkurap. Najmi sama sekali belum bisa. Kalau ditengkurapkan, Najmi masih kesulitan mengangkat kepalanya. Namun kami tidak mau menyerah. Hampir setiap malam saya mencari referensi di artikel dan video youtube untuk mengasah kemampuan tengkurap Najmi dan Alhamdulillah… saat menjelang usia 4 bulan Najmi sudah bisa tengkurap sendiri! Dan tulang lehernya juga semakin kuat. Setiap hari Najmi berenang dan dipijat oleh Bunda 

Di usia ini Najmi juga sudah bisa bubling, jadi kami harap, masalah dengan tes pendengaran dulu hanya masalah alat saja. Najmi juga bisa mengikuti arah benda dengan bola matanya, kami berpositif thinking bahwa matanya baik-baik saja.

6 Bulan
Pada usia ini, bayi-bayi biasanya sudah bisa duduk sendiri, namun Najmi belum bisa. Tapi dia sudah bisa didudukkan dengan cara bersender. Beberapa bayi juga biasanya sudah mulai merangkak, Najmi bisa ngesot, hehehe…
Pada usia ini kami konsultasi ke dokter tumbuh kembang, dokter bilang Najmi baik-baik saja. Badannya lentur, ototnya tidak lunak juga tidak kaku. Haah… leganyaaa… rasanya senang sekali sekembalinya dari konsultasi tumbuh kembang, sejak itu rasa khawatir yang memuncak mulai berkurang. Kami yakin… Najmi akan baik-baik saja.

8 bulan
Alhamdulillah… Najmi sudah bisa duduk sendiri  Sudah mulai belajar makan sendiri juga. Kecerdasan sosial dan kemampuan motorik halusnya tidak ada masalah, hanya motorik kasarnya saja agak telat, namun masih dalam batas wajar.

10 bulan
Najmi belum ada kecendrungan untuk merambat, dia malah asik merangkak (sebelumnya hanya bisa ngesot😀 ) . Banyak yang bilang, tidak semua bayi harus melewati fase merangkak atau kalau sudah ngesot biasanya langsung berdiri dan jalan. Kami tidak ambil pusing, selama Najmi menunjukkan progress dalam tumbuh kembangnya.

12 bulan
Kebanyakan bayi sudah memulai langkah pertamanya di usia ini. Najmi belum… dia masih berlatih untuk berdiri dan baru akan memulai untuk merambat. Lagi-lagi kami tidak khawatir, karena batas normal/aman usia bisa berjalan adalah usia 18 bulan. Masih ada waktu… kami terus membersamai dan melatih Najmi.

15 bulan
Usia standard bagi bayi-bayi untuk berjalan, kami kira Najmi akan berjalan di usia ini. Kenyataannya? Tidak… dia masih merangkak dan manjat kesana-kemari. Memanjat hobi barunya. Suka di titah kesana-kemari, bahkan sambil main bola.

16 bulan
Mulai belajar berdiri dan melepaskan sendiri, sudah bisa berjalan 1-2 langkah. Alhamdulillah… kami yakin Najmi PASTI bisa berjalan. Hanya saja, Najmi belum bisa untuk bangkit sendiri dari posisi jongkok ke berdiri. Secara tahapannya, jika Najmi bisa melalui fase ini maka dia akan bisa berjalan sendiri. Hopefully…

17 bulan
Tidak ada perkembangan berarti, Najmi malah tampak takut untuk berjalan sendiri. Saya bahkan sampai curiga, apa Najmi flatfeet? Tapi setelah saya uji coba dengan finger painting dan mencetak jejak telapak kakinya, its okay, normal, tidak flat sama sekali. Apakah ini hanya masalah waktu? Honestly, saya mulai tidak sabar  Saking nggak sabarnya, saya tidak lagi mengizinkan Najmi merangkak. Setiap dia hendak berpindah, selalu saya ulurkan tangan, mengajaknya berjalan bersama.

18 bulan
Tadinya saya beranggapan, tepat 16 Desember 2015 (tepat saat Najmi berusia 18 bulan), dia akan tiba-tiba bangun dan berjalan sendiri. Realitanya? TIDAK T,T Dia masih saja merangkak. Hiks… Saya pun tetap melarangnya merangkak. Setiap dia mau merangkak, saya suruh jalan. Kali ini, dengan di pegang oleh satu tangan saja. Well… she is improved! Dia bisa berjalan dengan cepat walau hanya dipegangi satu tangan. Dan mulai sejak itu saya yakin, dia akan berjalan pada waktunya. She just need a little more time 

19 Bulan
Najmi sudah bisa berdiri sendiri dari posisi jongkok, tapi masih belum jalan  Entahlah… takut sepertinya. Teman saya yang anaknya baru bisa berjalan di usia 2 tahun menyarankan saya untuk membawa Najmi berjalan di atas rumput (I did actually, since she was 1 year old  ). Semua saran-saran yang logis telah saya lakukan. Hingga suatu hari, saat mengikuti pengajian di mana banyak anak seusianya bermain dan berjalan sendiri, Najmi tampak ingin bergabung dengan mereka. Dia bangkit dari pangkuan saya dan berjalan ke arah teman-temannya. See… she could walk!!! Se sampainya di rumah, saya memotivasi Najmi untuk kembali berjalan and she did! Tapi… kebahagiaan saya berakhir sampai di situ saja, keesokan harinya dia masih merangkak. Setiap saya motivasi untuk berjalan, dia hanya diam di tempat saja, hiikkksssss….

20 Bulan
Saya sudah habis kesabaran… suami juga. Hingga kami memutuskan untuk mencarikan day care bagi Najmi. Dengan harapan, melihat teman-temannya sebayanya berjalan dia akan termotivasi untuk berjalan, seperti kejadian di pengajian. Setiap malam juga kami stelkan video bayi latihan berjalan, dengan harapan masuk ke alam bawah sadarnya dan untung-untung dicoba keesokan harinya😀 Hingga tepat di usianya 20 bulan, 3 hari, pagi itu kami sarapan bubur di depan komplek. Ada bapak-bapak penjual mainan miniature andong yang di dorong dengan tongkat kayu. Saya ingat, Najmi waktu itu mampu berjalan sendiri saat memainkan mainan tersebut saat ada di rumah sepupunya (mungkin dia mengira tongkat tersebut menahan dirinya agar tidak jatuh, padahal tidak ). Langsung saya suruh suami belikan dan memainkannya sesampainya kami di rumah. Daaan… benar saja… dia berjalan dengan sendirinya! Saat mainan di ambil, dia bisa keliling rumah tanpa bantuan apapun. Dan semenjak itu…. Najmi resmi meninggalkan dunia merangkaknya. Dia sudah berjalan! Cepat… dan lama…. Tidak pakai adegan jatuh-jatuh seperti bayi pada umumnya yang belajar jalan. Haaah… ternyata dia kurang PD saja selama ini. Maaf ya nak, Bunda kurang sensitif orangnya 
***
So… buat mommies yang bayinya belum bisa berjalan… jangan panik! Selama anak menunjukkan progress, terus semangati dan di stimulasi. Harus sabaaaar dan jangan terlalu menunjukan obsesi kita kepada anak, karena bisa-bisa mereka jadi stress. Karena di salah satu artikel yang saya baca, kemampuan berjalan juga erat kaitannya dengan kematangan saraf si anak. Jadi jika sudah masanya, dia akan berjalan dengan sendirinya kok🙂 Hanya saja, kita saja yang suka gatel dengar komen orang-orang sekitar, jadi ada kekhawatiran berlebihan saat anak belum bisa jalan🙂
Catatan lainnya, bagi bayinya yang milestone awalnya telat, biasanya milestone berikutnya (termasuk jalan) juga telat. Jadi, jangan berpikiran macam-macam dulu. Tetap konsultasikan dengan dokter dan pantau terus perkembangan anak ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s